Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keluarga Menanti Pengesahan Rekor Eduardus Nabunome

Almarhum Eduardus Nabunome, mantan jawara lari jarak jauh, memiliki rekor yang belum disahkan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia. Keluarga almarhum berharap rekor itu segera disahkan.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 15 November 2020  |  15:28 WIB
Eduardus Nabunome - Instagram @Indonesia_athletics_
Eduardus Nabunome - Instagram @Indonesia_athletics_

Bisnis.com, JAKARTA – Almarhum Eduardus Nabunome, mantan jawara lari jarak jauh, memiliki rekor yang belum disahkan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, pihak keluarga legenda atletik itu meminta Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk mengesahkan rekor nasional half marathon yang ditorehkan pada 1997.

Marcelina Ina Piran, istri almarhum Eduardus, menceritakan bahwa rekor nasional half marathon itu dicetak suaminya saat mengikuti kejuaraan di Gold Coast, Australia. Ajang itu merupakan rangkaian persiapan Sea Games 1997.

Di ajang tersebut, Eduardus menempati posisi ke-12, tetapi memiliki catatan waktu 1 jam 5 menit dan 43 detik. Catatan itu sampai saat ini belum pernah dilampaui oleh atlet Indonesia.

“Dulu almarhum suami saya pernah meminta agar rekor nasional itu disahkan oleh PB PASI, tetapi tidak direspons. Malah yang dicatat sebagai rekor dalam half marathon adalah atlet yang belum lama ini mengikuti ajang itu,” ujarnya pada Minggu (15/11/2020).

Ina mengatakan rekor half marathon itu semestinya dicatat oleh PB PASI karena kerupakan capaian yang sampai saat ini belum dipecahkan oleh para atlet lari jarak jauh Indonesia.

Selain itu, rekor tersebut merupakan salah satu bukti usaha dan kerja keras Eduardus sekaligus sebagai torehan sejarah yang ditinggalkan bagi keluarganya.

Dia mengatakan masih menyimpan semua dokumentasi keikutsertaan suaminya dalam ajang itu mulai dari medali, foto-foto, bahkan lampiran berita dari media lokal Australia, Gold Coast Bulletin yang terbit pada 14 Juli 1997. Media itu melansir urutan pemenang turnamen tersebut.

“Selain itu, masih ada rekan-rekan sesama atlet asal Indonesia yang turut berkiprah di ajang itu. Mereka semua saksi mata dari capaian rekor suami saya dan mereka semua masih ada, jadi bisa dikonfirmasi,” tuturnya.

Atlet-atlet tersebut di antaranya Suyono yang menempati posisi ke-31 dengan catatan waktu 1 jam 10 menit dan 26 detik, Hudson Ethel di posisi 32 dan membukukan waktu 1 jam 10 menit 27 detik. Selain itu, ada Hilda Napitupulu di nomor putri yang menempati posisi 107 dengan catatan waktu 1 jam 19 menit dan 45 detik.

“Semoga dengan data yang lengkap seperti ini, PB PASI tergerak untuk memenuhi harapan kami,” ucap Ina.

Selain rekor itu, Eduardus, yang merupakan putra Nusa Tenggara Timur, masih menjadi pemegang rekor nasional lari maraton dengan catatan waktu 2 jam 19 menit yang belum terpecahkan sampai sekarang.

Beberapa rekor nasional yang masih dipegang Eduardus yaitu rekor lari 10.000 meter jalan raya, rekor nasional junior lari 10.000 meter trek 30 menit 6 detik, rekor PON lari 5.000 meter, dan rekor Sea Games maraton.

Di ajang Sea Games, dia tiga kali membawa pulang medali emas untuk Indonesia pada nomor lari 10.000 meter putra yakni edisi 1987, 1989, dan 1991 sekaligus menghentikan dominasi pelari Malaysia, Subramaniam.

Dia juga meraih medali emas untuk nomor lari 5.000 meter di Sea Games 1987 dan 1989. Edu menjadi yang terbaik untuk lari maraton Sea Games 1997 dengan meraih medali emas untuk Indonesia, sekaligus mematahkan dominasi pelari Filipina, Hector Bagio.

Eduardus meninggal dunia pada 12 Oktober 2020 pukul 21.20 WIB di RS Medistra Jakarta dan dikebumikan di kampung halamannya, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

atletik
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top