Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Waduh, Olimpiade Tokyo Dihantui Serangan Hacker dari Rusia

Pejabat Tokyo 2020 mengatakan mereka telah mengambil berbagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan adanya ancaman tersebut, tetapi tidak menjelaskan secara rinci seperti apa jenis serangan karena alasan keamanan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  18:59 WIB
Seorang anak berpose untuk foto dengan cincin Olimpiade di depan Museum Olimpiade Jepang di Tokyo, Jepang, Senin (17/2/2020)./Antara - Reuters
Seorang anak berpose untuk foto dengan cincin Olimpiade di depan Museum Olimpiade Jepang di Tokyo, Jepang, Senin (17/2/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Panitia penyelenggara Olimpiade 2020 Tokyo mengatakan mereka terus waspada terhadap ancaman serangan siber yang dituduhkan Inggris kepada Rusia sebagai upaya mensabotase pesta olahraga empat tahunan itu.

Dilansir AFP, Selasa (20/10/2020), Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan intelijen militer Rusia disebut tengah berusaha memata-matai penyelenggara, pengadaan logistik dan sponsor Olimpiade.

Pejabat Tokyo 2020 mengatakan mereka telah mengambil berbagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan adanya ancaman tersebut, tetapi tidak menjelaskan secara rinci seperti apa jenis serangan karena alasan keamanan.

“Meskipun kami terus memantau berbagai jenis serangan di seluruh platform digital Tokyo 2020, berdasarkan temuan kami, tidak ada dampak yang signifikan,” demikian pernyataan komite penyelenggara Olimpiade Tokyo.

Tuduhan Inggris soal pengintaian muncul saat enam perwira intelijen militer Rusia didakwa di AS karena telah melakukan serangan dunia maya di jaringan listrik Ukraina, Pemilu Prancis 2017 dan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Harian Inggris The Guardian menyebut dugaan “pengintaian” terhadap Tokyo 2020 itu termasuk tindakan spearphishing, sebuah pesan yang dibuat seolah-olah dilakukan oleh teman terpercaya atau koneksi bisnis, tetapi sebenarnya berisi malware.

Menteri Olimpiade Jepang Seiko Hasimoto menolak untuk menyampaikan laporan tersebut. Tetapi ia mengaku bahwa serangan siber memang meningkat sejak Olimpiade London.

Sementara itu, Departemen Kehakiman AS mengatakan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang di Korea selatan juga telah menjadi sasaran serangan tersebut. Tepatnya sejak atlet Rusia dilarang berpartisipasi atas nama negaranya sendiri sehubungan dengan adanya pelanggaran doping secara luas yang disponsori pemerintah.

“Selama upacara pembukaan, mereka meluncurkan serangan malware ‘Olympic Destroyer’ yang bisa menghapus data dari ribuan komputer pendukung Olimpiade, kondisi yang membuat panitia tak bisa bekerja,” kata AS.

Lee Hee-beom selaku mantan presiden dan CEO Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang menyatakan pihaknya hingga kini tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Ada peretasan pada hari pembukaan, tapi kami tidak tahu pasti sumbernya,” kata Lee.

“Sambungan internet terputus tepat setelah upacara. Dan kami harus mengerahkan para ahli untuk memulihkannya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Olimpiade 2020

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top