Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IFSC 2022: Atlet Muda Berburu Tanda Tangan dan Ilmu dari Senior

Kejuaraan Dunia Panjat Tebing (IFSC) 2022 seri Jakarta, tidak hanya menjadi ajang pembuktian meraih medali, tetapi juga sarana memotivasi atlet muda.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 26 September 2022  |  08:53 WIB
IFSC 2022: Atlet Muda Berburu Tanda Tangan dan Ilmu dari Senior
Jihan Thalita Zahira (kiri) dan Hana Najla Nur Latifah (kanan) yang merupakan atlet muda dari klub Youth Climber Bogor berburu tandatangan atlet senior dan mancanegara di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 - Akbar Evandio/Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 (IFSC) seri Jakarta, tidak hanya menjadi ajang pembuktian meraih medali, tetapi juga sarana mendapat motivasi bagi atlet muda.

Hal ini diungkapkan Hana Najla Nur Latifah dan Jihan Thalita Zahira yang merupakan atlet muda dari klub Youth Climber Bogor. Mereka menyebutkan Piala Dunia Panjat Tebing merupakan momen untuk belajar langsung dari atlet senior mancanegara.

"Aku ke sini pengen ketemu atlet dari berbagai negara, mau ketemu idolaku Seo Chae-hyun dari Korea Selatan soalnya dia cara manjatnya keren, aku datang buat belajar, terus minta tanda tangannya buat dipajang di kamarku," tutur Hana Najla Nur Latifah kepada Bisnis, Minggu (25/9/2022).

Hana yang merupakan atlet muda dari Youth Climber Bogor mengaku bakal lebih giat dalam berlatih lantaran melihat langsung aksi dari atlet favoritnya berlaga di Jakarta.

"Iya dong, aku makin semangat belajarnya karena termotivasi dari atlet-atlet di sini. Aku senang ada acara ini jadi bisa belajar secara langsung," katanya.

Setali tiga uang, Jihan pun mengaku senang lantaran banyak atlet mancanegara tampil untuk memperebutkan titel juara.

"Aku suka banyak di sini atletnya, apalagi aku atlet panjang tebing speed jadi bisa belajar," kata Jihan.

Dia pun menjelaskan alasannya memilih kategori speed lantaran dianggapnya nomor tersebut lebih mudah dipelajari.

"Speed lebih gampang dan aku suka, kalau lead itu susah cari jalurnya dan capek mikirnya, tapi aku senang ada acara ini jadi bisa tau kalau lead ternyata asik juga," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IFSC Kejuaraan Dunia Panjat Tebing panjat tebing
Editor : Taufan Bara Mukti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top