Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komunitas Slingshot Solo 'JSC' Sukses Gelar Lomba Ketapel Nasional

Jajar Slingshot Club (JSC) menggelar perlombaan olahraga tradisional ketapel nasional pada Minggu (7/8/2022).
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 07 Agustus 2022  |  16:30 WIB
Komunitas Slingshot Solo 'JSC' Sukses Gelar Lomba Ketapel Nasional
Jajar Slingshot Club (JSC) menggelar perlombaan ketapel nasional - Bisnis/Restu
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Komunitas asal Solo bernama Jajar Slingshot Club atau JSC sukses menggelar lomba ketapel nasional pada Minggu (7/8/2022).

Lomba ini digelar sebagai ajang saling sharing antar klub ketapel seluruh Indonesia. Pasalnya, perlombaan ini dihadiri oleh komunitas ketapel dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Boyolali, dan Jepara.

Ketua JSC Heru Ristanto mengungkapkan perlombaan ketapel nasional ini diharapkan agar bisa menjadi hobi yang diminati banyak orang.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar olahraga tradisional ini bisa lolos menjadi olahraga prestasi.

"Mengadakan kompetisi (ketapel) diharapkan bisa segera masuk ke olahraga prestasi. Dan kami mengadakan event ini untuk saling mengoreksi (permainan)," ujarnya dalam wawancara yang diterima Bisnis.

Koreksi di sini, lanjutnya, adalah saling bertukar aturan permainan ketapel yang ternyata berbeda dari satu klub ke yang lain.

"Kita saling belajarlah. Saling mempelajari mana yang terbaik mengenai aturan bermain ketapel," lanjutnya.

Heru menjelaskan, JSC merupakan klub kedua di Solo yang terbentuk setelah Puma Solo Slingshot Club (PSSC).

JSC sendiri dibentuk pada 2019 lalu, atas inisiasi warga sekitar. Hingga kini anggotanya sudah ada sekitar 20-an orang yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa.

Dalam perlombaan ketapel nasional ini sendiri, terdiri dari dua jenis perlombaan. Yakni kategori junior dan umum atau dewasa.

Kategori junior diikuti oleh 31 peserta dan kategori umum atau dewasa diikuti oleh 127 peserta.

"Kategori junior maksimal 16 tahun, sedangkan umum atau dewasa minimal 17 tahun ke atas," ucap Heru.

Melalui perlombaan ini, Heru berharap ketapel dapat diapresiasi lebih agar dapat menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) baru untuk kategori olahraga tradisional.

Apabila nantinya telah banyak diminati, perlu dibentuknya asosiasi khusus ketapel agar dapat mewujudkan ketapel ini menjadi cabor baru yang diakui secara resmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olahraga
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top