Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Komite Olimpiade Internasional Mengutuk Serangan Rusia ke Ukraina

Bach juga kembali menyerukan perdamaian yang sebelumnya telah disampaikan pada upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  18:37 WIB
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengutuk keras serangan Rusia terhadap Ukraina yang dinilai telah melanggar prinsip Gencatan Senjata Olimpiade.

Prinsip Gencatan Senjata Olimpiade telah dimulai sejak tujuh hari sebelum upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing pada 4 Februari lalu, dan berakhir tujuh hari setelah penutupan Paralimpiade pada 4-13 Maret.

Prinsip tersebut diberlakukan sebagai upaya mempromosikan solidaritas dan perdamaian melalui olahraga sebagaimana tertuang dalam Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“IOC mengutuk keras pelanggaran Gencatan Senjata Olimpiade oleh pemerintah Rusia. Resolusi PBB masing-masing diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada 2 Desember 2021 melalui konsensus dari 193 negara anggota PBB,” demikian pernyataan IOC dalam laman resminya, Jumat.

Bach juga kembali menyerukan perdamaian yang sebelumnya telah disampaikan pada upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade.

Pada upacara pembukaan ia meminta otoritas politik untuk “menjunjung komitmen Anda terhadap Gencatan Senjata Olimpiade ini. Beri kesempatan damai.”

Sementara itu, pada upacara penutupan, Bach meminta para pimpinan politik untuk mencontoh nilai-nilai solidaritas dan perdamaian yang ditunjukkan oleh para atlet Olimpiade.

IOC menambahkan bahwa mereka telah membentuk satgas untuk memantau situasi konflik, dan jika memungkinkan mereka juga menggalang bantuan kemanusiaan kepada anggota komunitas Olimpiade di Ukraina.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olimpiade Perang Rusia Ukraina

Sumber : Antaranews

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top