Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hilang selama 3 Pekan, Peng Shuai Lakukan Panggilan Video dengan IOC

IOC mengatakan Thomas Bach melakukan penggilan video selama 30 menit untuk memastikan kabar dan keberadaan petenis unggulan China tersebut.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 22 November 2021  |  11:35 WIB
Hilang selama 3 Pekan, Peng Shuai Lakukan Panggilan Video dengan IOC
Petenis China Peng Shuai - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah tak diketahui keberadaannya selama 3 pekan, petenis China Peng Shuai melakukan panggilan video dengan Presiden International Olympic Committee Thomas Bach, Minggu (21/11/2021).

Dilansir CNA, Senin (22/11/2021), IOC mengatakan Thomas Bach melakukan penggilan video selama 30 menit untuk memastikan kabar dan keberadaan petenis unggulan China tersebut.

“Dia [Peng Shuai] mengatakan keadaannya baik dan tinggal di kediamannya di Beijing, tetapi menegaskan ingin menjaga privasinya saat ini,” tulis IOC dalam keterangan resminya.

IOC menyatakan petenis tersebut ingin menghabiskan waktunya bersama teman dan keluarganya saat ini. Tak hanya itu, ia juga menegaskan keinginannya untu tetap bermain tenis ke depan.

Sehari sebelumnya, media pemerintah China merilis foto Peng yang hadir di turnamen olahraga anak-anak di Beijing. Foto ini merupakan yang pertama kalinya sejak media China lainnya mengunggah email Peng yang menyatakan dia dalam keadaan yang sehat dan tidak mengalami tekanan.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian sempat mendesak otoritas China untuk memberikan bukti lebih detail terkait keberadaan Peng Shuai.

“Saya hanya ingin memastikan bahwa dia bicara,” katanya.

Sejumlah petenis dan mantan petenis mulai dari Naomi Osaka, Serena William, hingga Billie Jean King menyuarakan petisi yang mempertanyakan keberadaan Peng Shuai melalui hashtag #WhereIsPengShuai?

Petenis nomer satu dunia Novak Djokovic bahkan menegaskan tidak mungkin menggelar pesta olahraga di China dengan situasi yang mengerikan saat ini.

Pada 2 November lalu, Peng mengunggah postingan di media sosial China yang menyatakan bahwa dirinya menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli beberapa tahun yang lalu. Tak lama setelah itu, postingan Peng dihapus dan keberadaannya tidak diketahui sejak saat itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china tenis petenis tunggal putri

Sumber : CNA

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top