Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hadapi Pertanyaan Sensitif, Naomi Osaka Menangis saat Konferensi Pers

Seorang reporter Cincinnati pada turnamen Western and Southern Open menilai Osaka memanfaatkan profil medianya yang besar tetapi tak suka berbicara dengan wartawan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Agustus 2021  |  06:41 WIB
Petenis Jepang Naomi Osaka - USOpen.org
Petenis Jepang Naomi Osaka - USOpen.org

Bisnis.com, JAKARTA - Petenis Jepang Naomi Osaka menangis sesaat meninggalkan konferensi pers di Cincinnati setelah hubungannya dengan wartawan disorot oleh seorang reporter yang menuding dia memanfaatkan media untuk menutupi kelemahannya.

Mengutip Antara, Selasa (17/8/2021), Osaka akhir-akhir ini berhubungan tegang dengan media dengan menyebut kesehatan mentalnya dipengaruhi oleh pertanyaan-pertanyaan tertentu.

Oleh karena itu, pada Senin (16/7/2021) waktu setempat, ketika seorang reporter Cincinnati pada turnamen Western and Southern Open menilai Osaka memanfaatkan profil medianya yang besar tetapi tak suka berbicara dengan wartawan, petenis nomor dua dunia itu menangis saat berusaha merumuskan jawabannya.

"Ketika Anda bilang saya tidak gila saat berurusan dengan kalian, apa sih artinya?" tanya Osaka yang keturunan Jepang-Haiti.

"Sejak saya kecil saya sudah diminati media dan saya kira itu juga karena latar belakang saya."

Selama jumpa pers itu dia menyeka air mata dan menutupi matanya untuk menyembunyikan wajahnya sebelum moderator meminta jeda.

Osaka meninggalkan ruangan sebentar tetapi kembali untuk menyelesaikan konferensi pers setelah tenang kembali.

Tanya jawab itu menyoroti tantangan yang dihadapi Osaka sebagai salah satu atlet paling terkenal di dunia.

Menjelang French Open tahun ini pada Mei, Osaka menyatakan akan memboikot wajib konferensi pers pasca-pertandingan di Grand Slam guna melindungi kesehatan mentalnya. Keputusan itu memicu reaksi keras penyelenggara turnamen Grand Slam yang mendenda dan mengancam akan melarang Osaka dari turnamen Grand Slam jika dia menolak berbicara kepada media.

Masalah ini tak hanya mendorong Osaka mengungkapkan bahwa dia kesulitan mengatasi depresi selama beberapa tahun tetapi juga mendorong dia untuk mundur dari Roland Garros dan Wimbledon demi kesehatan mentalnya.

Setelah tersisih dini pada Olimpiade Tokyo, di mana Osaka diberi kehormatan menyalakan api Olimpiade pada upacara pembukaan, dia mengakui kesulitan mengatasi tekanan dan harapan besar yang dibebankan kepada dia.

Agen Osaka, Stuart Duguid mengutuk pertanyaan wartawan itu dalam sebuah pernyataan tertulis.

"Perundungan di Cincinnati Enquirer itu adalah contoh mengapa hubungan pemain dan media begitu sengit saat ini," kata Duguid.

Dia menegaskan, semua orang saat melakukan konferensi pers lewat Zoom setuju bahwa nada suara wartawan penanya itu salah dan satu-satunya tujuannya adalah mengintimidasi. Perilaku tersebut sungguh mengerikan.

"Dan sindiran bahwa Naomi berutang kepada media atas keberhasilan di luar lapangan adalah mitos, jangan terlalu mengagungkan diri," ujarnya.

Petenis Jepang berusia 23 tahun itu menggunakan platformnya untuk mengajak orang memperhatikan kesehatan mental dan menyatakan dia didukung oleh rekan-rekan sesama atlet.

"Pembuka mata terbesar adalah saat Olimpiade ketika banyak atlet yang mendatangi saya dan bilang mereka senang sekali saya telah melakukan apa yang saya lakukan," kata dia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenis wartawan Petenis

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top