Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Olimpiade Jepang, Penonton Wajib Bawa Bukti Negatif Covid-19

Jepang mencatat rekor baru peningkatan jumlah pasien Covid-19 dalam kondisi kritis beberapa hari terakhir, bahkan ketika laju infeksi sudah melambat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  11:18 WIB
Ilustrasi - Seorang pria mengenakan masker sedang berdiri di depan logo Olimpiade di Jepang./Antara - Reuters
Ilustrasi - Seorang pria mengenakan masker sedang berdiri di depan logo Olimpiade di Jepang./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Berbagai skenario disiapkan penyelenggara Olimpiade Tokyo, termasuk memastikan penonton negatif Covid-19.

Jepang sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan penonton memperlihat hasil tes negatif Covid-19 atau catatan telah melakukan vaksinasi.

Wacana itu muncul seiring survei terbaru yang menunjukkan kuatnya penolakan publik terhadap penyelenggaraan Olimpiade.

Pembukaan Olimpiade kurang dari dua bulan lagi. Kepercayaan publik kian goyah karena gelombang keempat infeksi virus Corona di Jepang dan lambatnya vaksinasi.

Penyelenggara sudah melarang penonton dari luar negeri menghadiri Olimpiade. Penyelenggara Olimpiade diharapkan segera mengambil keputusan terkait kehadiran penonton domestik.

Apabila bulan depan diputuskan bahwa penonton domestik diperbolehkan hadir, perlu kepastian syarat atau kondisi apa saja yang harus dipenuhi.

Surat kabar Yomiuri, dikutip dari Reuters, Senin (31/5/2021), melaporkan Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan penonton harus membawa hasil tes negatif Covid-19.

Tes tersebut diambil dalam waktu sepekan sebelum menyaksikan secara langsung laga Olimpiade.

Laporan tersebut disambut kemarahan beberapa pengguna media sosial. Mereka mengunggah ribuan cuitan, mengkritik upaya keras Jepang untuk menjadi tuan rumah Olimpiade di tengah pandemi. 

Istilah "sertifikat tes negatif" dilaporkan menjadi trending Twitter di Jepang, mengumpulkan lebih dari 8.000 cuitan pada Senin pagi.

Jepang, Jumat (28/5) lalu, memperpanjang keadaan darurat Covid-19 di Tokyo dan beberapa daerah lain hingga 20 Juni.

Negara tersebut telah mencatat rekor baru peningkatan jumlah pasien Covid-19 dalam kondisi kritis beberapa hari terakhir, bahkan ketika laju infeksi sudah melambat.

Dalam survei yang diterbitkan surat kabar Nikkei, Senin, lebih dari 60 persen responden mendukung pembatalan atau penundaan Olimpiade. Hal itu sejalan dengan jajak pendapat sebelumnya yang dilaporkan beberapa media lain.

Olimpiade sudah ditunda satu tahun karena pandemi. Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan kompetisi olahraga bergengsi itu akan tetap berlangsung pada 23 Juli - 8 Agustus 2021.

Olimpiade akan berlangsung di bawah aturan ketat protokol kesehatan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olimpiade jepang Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top