Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Kesehatan Mental, Osaka Tolak Jumpa Pers Prancis Terbuka

Petenis berpaspor Jepang Naomi Osaka menolak untuk mengakhiri jumpa pers di sepanjang gelaran tenis Prancis Terbuka di Roland Garros Paris dan menyatakan hal itu dilatarbelakangi kesehatan menta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Mei 2021  |  12:22 WIB
Petenis Jepang Naomi Osaka/Reuters - Aly Song
Petenis Jepang Naomi Osaka/Reuters - Aly Song

Bisnis.com, JAKARTA – Women's Tennis Association (WTA) menyambut baik dialog dengan petenis nomor 2 dunia asal Jepang Naomi Osaka mengenai keputusannya tidak mengikuti jumpa pers pada Prancis Terbuka di Roland Garros Paris yang segera dimulai.

Petenis berusia 23 tahun itu menyebut isu kesehatan mental di balik alasannya untuk memutuskan hal itu, mengatakan bahwa pertanyaan dari jurnalis seperti "menendang seseorang ketika mereka jatuh."

Sementara banyak orang yang mendukung keputusan Osaka, juara single putra 13 kali Rafael Nadal yang berasal dari Spanyol dan petenis putri nomor satu dunia Ashleigh Barty dari Australia yakin bahwa para pemain memiliki tugas untuk berbicara kepada media.

Keputusan Osaka tersebut mendapat kecaman dari Federasi Tenis Prancis (FFT). Setelah petenis Amerika Serena Williams, Osaka menempati posisi tertinggi di antara pemain tenis wanita, dan keputusannya membuat canggung WTA.

"Kesehatan mental adalah yang paling penting bagi WTA dan dalam hal ini, setiap orang," kata organisasi itu. "Kami memiliki tim profesional dan sistem pendukung yang menjaga kesehatan mental dan emosional para atlet kami. WTA menyambut baik dialog dengan Naomi dan semua pemain untuk membahas kemungkinan pendekatan yang dapat membantu mendukung seorang atlet."

Namun, organisasi yang diketuai Micky Lawler itu menegaskan bahwa petenis juga memiliki tanggung jawab kepada para penggemar dan publik.

"Atlet profesional memiliki tanggung jawab terhadap olahraga mereka dan penggemarnya untuk berbicara kepada media seputar kompetisi mereka, memberikan mereka kesempatan untuk berbagi perspektif, dan menceritakan kisah mereka," demikian pernyataan WTA.

Pensiunan juara F1 Nico Rosberg, mantan petenis Zina Garrison, dan pelari Inggris Dina Asher-Smith menyuarakan dukungan mereka kepada Osaka.

Namun, Barty sependapat dengan petenis putra nomor 1 dunia Novak Djokovic asal Serbia yang mengatakan bahwa konferensi pers setelah pertandingan, meski tidak menyenangkan, adalah bagian dari pekerjaan.

"Saya tidak bisa mengomentari perasaan Naomi atau keputusan yang dia buat. Kadang-kadang jumpa pers sulit, tapi itu juga bukan sesuatu yang menggangguku, tidak membuatku terbangun di malam hari tentang yang aku katakan dan dengar atau apa yang kalian tanyakan padaku," kata Barty.

Sementara itu, Nadal berkata: “Saya menghormatinya, tentu saja, sebagai atlet dan secara pribadi. Saya hormati keputusannya. Namun, kami harus siap menerima pertanyaan dan mencoba menghasilkan jawaban. Tanpa ada yang menulis berita dan prestasi yang kami miliki di seluruh dunia, mungkin kami tak menjadi atlet seperti sekarang. Media bagian yang sangat penting dari olahraga kami."

Juara tunggal putri Prancis Terbuka 2020 Iga Swiatek menambahkan, "Saya tidak merasa konferensi pers sulit. Itu memberi kami kesempatan untuk menjelaskan perspektif kami, jadi saya pikir itu bagus."

Sementara itu, presiden Federasi Tenis Prancis (FFT) Gilles Moretton menggambarkan tindakan Osaka sebagai kesalahan fenomenal. “Yang terjadi, menurut saya, tidak bisa diterima. Kami tetap berpegang pada hukum dan aturan untuk sanksi dan denda."

Menurut buku peraturan Grand Slam, pemain dapat didenda hingga US$20.000 karena melewatkan jumpa pers, tetapi Osaka mengatakan dia siap menerima sanksi apa pun.

Osaka berharap "sejumlah besar" uang yang dia perkirakan harus dia bayar karena denda atas keputusannya tersebut dapat disumbangkan untuk amal kesehatan mental.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenis prancis terbuka roland garros'

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top