Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

US Open Tahun 2021 Tidak akan Menggunakan Hakim Garis, ini Alasannya

Pertandingan US Open setelah Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) mengumumkan tidak akan menggunakan hakim garis dan diganti penggunaan panggilan elektronik
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  19:25 WIB
Petenis Serbia Novak Djokovic - Reuters/Issei Kato
Petenis Serbia Novak Djokovic - Reuters/Issei Kato

Bisnis.com, JAKARTA - Pertandingan US Open setelah Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) mengumumkan tidak akan menggunakan hakim garis dan diganti penggunaan panggilan elektronik di semua lapangan Grand Slam tahun ini.

Teknologi panggilan elektronik juga digunakan di US Open tahun lalu, terkecuali di Stadion Arthur Ashe dan Louis Armstrong. Teknologi ini juga digunakan di Australian Open, sebuah kebijakan yang disambut baik para pemain.

USTA mengatakan bahwa tujuh dari sembilan turnamen ATP dan WTA di Amerika Serikat akan menggunakan teknologi tersebut di semua lapangan kompetisi pada 2021.

"USTA menerapkan panggilan elektronik untuk West & South Open 2020 dan US Open di semua lapangan kecuali Stadion Arthur Ashe dan Louis Armstrong,” ujar badan pengatur tenis AS itu dikutip dari laman resmi Reuters, Selasa.

"Secara keseluruhan, Hawk-Eye Live membuat lebih dari 314.000 keputusan selama dua turnamen."

Novak Djokovic gagal pada pertandingan putaran keempat di Stadion Arthur Ashe tahun lalu, ketika seorang hakim garis terkena bola setelah ia memukul bola dengan frustrasi menyusul satu poin dalam pertandingan melawan petenis Spanyol Pablo Carreno Busta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenis

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top