Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Genjot Vaksinasi Covid-19 Menjelang Olimpiade

Pemerintah Jepang memacu proses vaksinasi Covid-19 bagi warganya terutama yang berusia lanjut sebelumnya Olimpiade Tokyo dimulai pada musim panas ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  13:10 WIB
Pesawat All Nippon Airways yang membawa vaksin virus Covid-19 buatan Pfize Inc tiba di Bandara Narita Tokyo dari Brussels, Belgia. pada 12 Februari 2021./Antara - Reuters
Pesawat All Nippon Airways yang membawa vaksin virus Covid-19 buatan Pfize Inc tiba di Bandara Narita Tokyo dari Brussels, Belgia. pada 12 Februari 2021./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Jepang membuka dua pusat vaksinasi massal pada Senin (24/5/2021) ketika mereka berupaya segera memvaksinasi Covid-19 kepada sebagian besar penduduk lanjut usia terhadap sebelum Olimpiade dimulai.

Pusat-pusat vaksinasi di Tokyo dan Osaka akan memvaksin ribuan orang setiap hari serta meningkatkan dorongan untuk pelaksanaan imunisasi yang lambat di Jepang saat para pejabat terus berupaya memerangi gelombang keempat infeksi virus corona tersebut.

"Lebih baik melaksanakannya lebih awal. Semuanya berjalan cukup lancar secara keseluruhan," kata Tetsuya Urano, 66 tahun, penduduk Tokyo yang termasuk di antara beberapa orang pertama yang divaksinasi massal.

Bertempat di satu gedung yang biasanya digunakan untuk administrasi pajak, fasilitas vaksinasi Tokyo beroperasi 12 jam sehari untuk memberikan suntikan vaksin kepada sekitar 10.000 orang per hari selama 3 bulan.

Sementara itu, fasilitas vaksinasi di Osaka akan memberikan sekitar 5.000 suntikan vaksin per hari. Fasilitas vaksinasi massal juga direncanakan dibangun di Nagoya, Kobe, dan kota-kota besar lainnya.

Perdana Menteri Yoshihide Suga bulan lalu memerintahkan Kementerian Pertahanan mendirikan pusat-pusat untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19.

Gelombang infeksi keempat di Jepang membuat pihak berwenang memberlakukan status keadaan darurat yang mencakup sebagian besar wilayah negara itu. Gelombang infeksi baru itu meningkatkan kekhawatiran tentang keputusan untuk melanjutkan Olimpiade Tokyo yang dimulai pada 23 Juli.

Status keadaan darurat akan berakhir pada 31 Mei, tetapi pemerintah berencana memperpanjangnya hingga 20 Juni, demikian diberitakan oleh surat kabar Yomiuri.

Hanya 4,4 persen dari 125 juta penduduk Jepang yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid, menurut pelacak global Reuters. Angka itu merupakan tingkat imunisasi paling lambat di antara negara-negara besar dan kaya di dunia.

Jepang memulai pelaksanaan inokulasi pada pertengahan Februari, lebih lambat dari kebanyakan negara-negara ekonomi maju. Pelaksanaan vaksinasi awalnya diperlambat oleh kurangnya pasokan vaksin Pfizer Inc dan BioNTech SE yang diimpor.

Akan tetapi, bahkan ketika pengiriman meningkat, peluncuran vaksinasi tersebut terhambat oleh kekurangan tenaga kerja, kendala logistik, dan kegagalan fungsi sistem reservasi.

Pusat vaksinasi massal untuk lansia di Jepang akan menggunakan vaksin Moderna Inc yang telah disetujui pemerintah pada Jumat (21/5/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Olimpiade 2020

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top