Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kembali Ikuti French Open 2021, Ashleigh Barty Sebut Semua Seperti Baru Lagi

Barty memenangkan gelar tunggal putri French Open pada 2019, namun setelah turnamen tahun lalu ditunda hingga September/Oktober, dia memilih tidak hadir karena masalah pandemi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 April 2021  |  15:33 WIB
Petenis Australia Ashleigh Barty juara single putri Prancis Terbuka 2019./Antara - Reuters
Petenis Australia Ashleigh Barty juara single putri Prancis Terbuka 2019./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan juara Ashleigh Barty bersiap untuk French Open yang akan dimulai 30 Mei, menepis penyesalan karena absen di Roland Garos tahun lalu.

Barty memenangkan gelar tunggal putri French Open pada 2019, namun setelah turnamen tahun lalu ditunda hingga September/Oktober,  dia memilih tidak hadir karena masalah pandemi.

"Sudah lama sejak saya bermain di French Open," kata Barty menjelang pertandingan pertamanya di tanah liat Eropa setelah hampir dua tahun seperti dikutip dari AFP, Selasa (20/4/2021).

Absennya Barty di Roland Garros membuat gelar French Open putri 2020 disabet oleh Iga Swiatek.

Petenis berusia 19 tahun asal Polandia itu tampil cemerlang setelah menjuarai French Open dengan mengalahkan petenis nomor enam dunia Sofia Kenin dalam final.

Namun, Barty mengatakan 2021 akan menjadi setel ulang yang menyeluruh.

"Ini awal yang baru, awal yang baru untuk semua orang dalam acara itu. Ini turnamen baru, dan ini kesempatan baru."

Barty yang berusia 24 tahun dan petenis Amerika Jennifer Brady mengalahkan pasangan Amerika Kaitlyn Christian dan Sabrina Santamaria 6-3, 6-1 pada babak 16 besar ganda putri Stuttgart, Senin (19/4).

Setelah Stuttgart dia berencana bermain di Madrid dan Roma sebelum Roland Garros.

Dia membuka musim lapangan tanah liatnya dengan mencapai perempat final di Charleston, Carolina Selatan, awal bulan ini.

Meskipun Barty melewatkan sebagian besar musim lalu, dia berada pada peringkat 1 dunia dan menjuarai Miami Open.

"Ada saat-saat saya merasa saya dalam performa terbaik tetapi belum memenangkan pertandingan dan sebaliknya."

French Open dimulai satu pekan lebih lambat dari jadwal semula.

"Ini dipotong menjadi satu minggu musim lapangan rumput yang sudah sangat singkat," kata Barty.

"Saya tidak berpikir seminggu mempersiapkan diri ke Wimbledon akan membuat perbedaan besar bagi mereka yang berada di undian utama."

Barty, yang berasal dari Queensland, beristirahat tahun lalu untuk menghindari bepergian selama pandemi.

Dia mengaku kangen kampung halaman karena harus berpergian dari Amerika Utara ke Eropa karena yang membuatnya jauh dari rumah.

"Bagian tak terpisahkan dari perjalanan adalah merasa nyaman jauh dari rumah atau senyaman mungkin," ujar Barty.

"Jelas saya orang rumahan. Saya senang berada di rumah bersama keluarga saya," kata Barty seraya menambahkan bahwa dia berusaha untuk selalu berkomunikasi dengan keluarga.

"Teknologi adalah hal yang luar biasa."

"Saya menyukai apa yang saya lakukan. Saya sangat bersyukur atas kesempatan untuk melakukan apa yang saya sukai dalam situasi di dunia saat ini," kata Barty.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenis

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top