Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Houston Rockets Gandeng FBI Selidiki Kasus Kejahatan Siber

Rockets menerima laporan yang menyebutkan pelaku tindak kejahatan itu mengklaim telah mendapatkan informasi terkait bisnis internal tim NBA tersebut.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 16 April 2021  |  04:58 WIB
Ilustrasi/mirror.co.uk
Ilustrasi/mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Houston Rockets menjalin kerja sama dengan FBI untuk menyelidiki kasus kejahatan siber berupa temuan perangkat lunak yang telah dipasang secara paksa di dalam sistem internal tim NBA tersebut untuk tujuan pemerasan (ransomware).

“Baru-baru ini kami mendeteksi adanya aktivitas yang mencurigakan dalam sistem jaringan internal kami. Kami pun langsung melakukan penyelidikan,” kata Houston Rockets dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters, Kamis (15/4/2021).

“Perangkat keamanan internal kami sebetulnya bisa mencegah ransomware, namun untuk beberapa sistem tertentu, perangkat kami tidak mampu mencegahnya,” tulis Houston Rockets.

Pada Rabu, Rockets menerima laporan yang menyebutkan pelaku tindak kejahatan itu mengklaim telah mendapatkan informasi terkait bisnis internal tim NBA tersebut.

“Penyelidikan masih terus berjalan, namun peristiwa itu tidak berdampak langsung terhadap operasional kami, termasuk para pemain, staf dan juga para penggemar kami,” kata Houston Rockets.

Meski demikian, Rockets belum dapat menilai kerugian dari tindak kejahatan siber tersebut secara keseluruhan sampai penyelidikan itu selesai.

Namun, Rockets berjanji akan segera memberitahu siapa saja yang terkena dampak dari kejahatan tersebut jika pihaknya menemukan adanya kebocoran data.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan pada Rabu lalu adanya sekelompok penyintas, dengan nama Babuk, yang mengklaim telah mencuri 500 gigabyte data milik Houston Rockets, termasuk kontrak pemain, berbagai perjanjian dan juga data keuangan.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg tersebut, Babuk ditemukan pada awal tahun ini, dan telah menjadi ancaman bagi setidaknya lima perusahaan besar, termasuk satu korban yang terpaksa membayar sebesar 85.000 dolar AS setelah negosiasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

basket nba fbi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top