Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Olimpiade 2032, Korsel & Korut Makin Agresif Menantang Indonesia

Pesaing Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 semakin agresif mendekati IOC. Ibu kota Korea Selatan Seoul dan ibu kota Korea Utara Pyongyang mendekati IOC untuk memuluskan langkah Korea bersatyu menjadi tuan rumah perhelatan akbar 12 tahun mendatang itu.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 02 April 2021  |  10:46 WIB
Cincin Olimpiade di depan markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss./Antara - Reuters
Cincin Olimpiade di depan markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tantangan untuk Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 agaknya makin berat. Pesaing dari Asia bertambah setelah Korea Selatan yang menggandeng Korea Utara semakin agresif mendekati IOC untuk menggelar perhelatan akbar tersebut secara bersama-sama.

Pemerintah metropolitan Seoul mengaku telah mengajukan proposal kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 bersama Pyongyang, ibu kota Korut.

Pemerintah Seoul mengatakan proposal yang berisi tentang penyelenggaraan bersama Olimpiade Musim Panas 2032 oleh Seoul dan Pyongyang itu telah diajukan ke komisi tuan rumah Olimpiade masa depan IOC.

"IOC memilih Brisbane Australia sebagai tuan rumah yang untuk Olimpiade Musim Panas 2032, langkah mengejutkan yang diumumkan pada 25 Februari. Pemerintah Korsel dan kota Seoul segera menyatakan penyesalan atas keputusan itu dan berkonsultasi dengan IOC, yang mengarah pada presentasi proposal tuan rumah," kata Pemerintah Seoul yang ditulis kantor berita Korsel dari Yonhap.

Pemerintah kota metropolitan itu mengatakan telah meminta IOC untuk melakukan negosiasi dengan kota-kota pesaing lainnya, karena Brisbane akhirnya belum terpilih sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade 2032.

Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un setuju untuk bekerja sama menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 melalui Deklarasi Bersama Pyongyang pada September 2018.

Pemerintah Seoul mengatakan proposal tuan rumah bersama itu berisi visi "Melampaui Garis, Menuju Masa Depan" dan lima konsep utama, termasuk pengurangan biaya dan meminimalisir kerusakan lingkungan, koneksi dan perdamaian antar-Korea, serta kombinasi teknologi mutakhir dan budaya Korea.

Secara khusus, Pemerintah Seoul mengatakan proposal tersebut menguraikan tentang realisasi perdamaian global melalui olahraga dan efek positif lainnya dari penyelenggaraan Olimpiade oleh Seoul dan Pyongyang.

Menurut catatan Bisnis.com, selain Indonesia serta Seoul-Pyongyang, yang juga mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 dari Asia adalah Ahmedabad (India), Doha (Qatar), Chengdu–Chongqing (China), Shanghai-Hangzhou (China), dan Tokyo (Jepang).

Tantangan bagi Indonesia juga datang dari pencalonan Istanbul (Turki), wilayah Asia yang secara politis masuk Eropa, Dario Nardella-Virginio Merola (Italia), Rhine-Ruhr (Jerman), Madrid (Spanyol), Rotterdam-Amsterdam (Belanda), London (Inggris), Budapest (Hongaria), dan Salla (Finlandia).

Dari Amerika Utara pencalonan muncul dari Montreal-Toronto, Kanada. Montreal adalah tuan rumah Olimpiade 1976 saat posisi raihan medali dua teratas dikuasai dua negara yang kini telah tiada yakni Uni Soviet dan Jerman Timur, dengan Amerika Serikat hanya menduduki posisi ketiga di klasemen umum.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Olimpiade 2020

Sumber : Antara/Yonhap & berbagai sumber

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top