Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Jepang Berencana Undang Biden ke Olimpiade Tokyo

Pemerintah Jepang berencana mengundang Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk menghadiri secara langsung Olimpiade Tokyo tahun ini di tengah keputusan orang asing dilarang hadir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Maret 2021  |  02:24 WIB
Logo Olimpiade Tokyo 2020/Antara - AFP
Logo Olimpiade Tokyo 2020/Antara - AFP

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Jepang berencana mengundang Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke Olimpiade Tokyo yang dijadwalkan ulang musim panas ini akibat pandemi Covid-19.

"Tentu saja, saya pikir itu yang akan terjadi," kata Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga saat ditanya mengenai kemungkinan mengundang Biden ke Olimpiade ketika dia melakukan perjalanan ke Washington bulan depan untuk bertemu dengan Presiden AS tersebut.

Suga mengatakan para pemimpin dari kelompok tujuh negara industri (G7) telah mendukung Jepang menyelenggarakan Olimpiade dan Paralimpiade sesuai rencana.

Bulan lalu para pemimpin G7 mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa mereka akan mendukung komitmen Jepang untuk mengadakan pertandingan "dengan cara yang aman dan terjamin musim panas ini sebagai simbol persatuan global dalam mengatasi Covid-19."

Olimpiade akan dimulai pada 23 Juli, setelah diundur satu tahun dari jadwal asli karena penyebaran virus corona.

Sementara skeptisisme publik masih bergulir mengenai apakah Olimpiade dapat dilanjutkan, penyelenggara, termasuk Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pemerintah metropolitan Tokyo, pekan lalu memutuskan penonton dari luar negeri tidak akan diizinkan untuk menghadiri acara olahraga tersebut sebagai upaya pencegahan di tengah pandemi.

Terlepas dari kekhawatiran kesehatan masyarakat, kirab obor Olimpiade telah dimulai Kamis (25/3/2021) di Prefektur Fukushima, yang paling terpengaruh oleh krisis nuklir yang dipicu oleh gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret 2011.

Untuk mencegah penyebaran virus, pembawa obor yang akan melintasi 47 prefektur di Jepang diminta untuk mencatat kondisi kesehatan mereka, sementara orang-orang didorong untuk menonton siaran langsung online, serta memakai masker dan bertepuk tangan daripada bersorak saat mereka menonton di luar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Olimpiade 2020

Sumber : Antara/Kyodo

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top