Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemain Sepak Bola Putri Jepang ini Tolak Ikut Estafet Obor Olimpiade

Kawasumi yang bermain untuk klub sepak bola profesional putri AS, Sky Blue FC, mengatakan sebelum Olimpiade ditunda tahun lalu bahwa dia menarik diri dari pawai itu karena merasa khawatir tertular virus atau menginfeksi orang lain jika dia melakukan perjalanan kembali dari Amerika Serikat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  11:41 WIB
Ilustrasi - Liga sepak bola. -  Antara
Ilustrasi - Liga sepak bola. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemain sepak bola putri Jepang Nahomi Kawasumi memastikan dirinya tidak akan ambil bagian dalam estafet membawa obor Olimpiade Tokyo bulan ini setelah sebelumnya dia memutuskan mundur dari kegiatan tersebut pada tahun lalu karena mengkhawatirkan pandemi Covid-19.

Kawasumi yang bermain untuk klub sepak bola profesional putri AS, Sky Blue FC, mengatakan sebelum Olimpiade ditunda tahun lalu bahwa dia menarik diri dari pawai itu karena merasa khawatir tertular virus atau menginfeksi orang lain jika dia melakukan perjalanan kembali dari Amerika Serikat.

Sementara premain lainnya dari skuad pemenang Piala Dunia Sepak Bola Putri Jepang 2011 akan tetap berpawai membawa obor Olimpiade secara estafet.

"Sekali lagi, saya akan menolak menjadi pelari estafet obor," kata Kawasumi melalui akun Twitter-nya pada Senin (16/3/2021).

"Saya membuat keputusan ini karena masalah penyakit menular masih belum terselesaikan dan saya juga tinggal di Amerika Serikat."

Amerika Serikat mencatat lebih dari 530.000 kematian karena Covid-19, sementara Jepang mencatat kurang dari 9.000 kasus, menurut penghitungan Reuters.

Komentar Kawasumi ini menanggapi penyelenggara Olimpiade Tokyo yang secara resmi telah mengumumkan estafet obor akan dimulai sesuai rencana pada 25 Maret dari pusat pelatihan J-Village di Fukushima.

Penyelenggara memiliki tugas yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam merencanakan acara olahraga terbesar di dunia selama pandemi. Mereka menghadapi keputusan sulit mengenai apakah akan mengizinkan penonton dari luar negeri dan berapa banyak penonton pada umumnya yang diizinkan masuk ke tempat pertandingan.

Upacara "Grand Start" dan tahap pertama estafet obor pada hari pertama tidak dibuka untuk umum karena penyelenggara mengurangi jumlah peserta dan menyederhanakan program sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona baru.

Penyelenggara akan mengadakan konferensi pers pada Selasa malam tentang tindakan spesifik pencegahan Covid-19 yang mereka rencanakan untuk estafet obor.

Olimpiade akan diadakan pada 23 Juli hingga 8 Agustus dan Paralimpiade dari 24 Agustus hingga 5 September


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Olimpiade 2020

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top