Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maradona Hampir 4 Bulan Meninggal, Penyebab Kematiannya Diselidiki

Penyebab kematian bintang sepak bola Diego Maradona terus diperdebatkan meskipun dia telah meninggal hampir 4 bulan lalu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Maret 2021  |  12:28 WIB
Diego Armando Maradona/Reuters - Alessandro Bianchi
Diego Armando Maradona/Reuters - Alessandro Bianchi

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak 20 ahli memulai perdebatan tentang penyebab kematian ikon sepak bola asal Argentina Diego Armando Maradona untuk menentukan apakah ada unsur kelalaian pada perawatan kesehatannya.

Maradona wafat dalam usia 60 tahun karena serangan jantung pada 25 November 2020, beberapa pekan setelah menjalani operasi otak karena pembekuan darah.

Penyelidik sedang melakukan investigasi perawatan kesehatan yang Maradona terima sebelum kematiannya untuk menentukan apakah akan memperkarakan kasus karena kelalaian yang berujung kematian. Jika terbukti, ada ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun.

Panel ahli, yang terdiri dari 10 spesialis dan 10 lainnya dipilih oleh pihak yang berkepentingan, akan menyampaikan temuan dalam 2 atau 3 pekan mendatang, demikian dilansir AFP pada Selasa (9/3/2021). Panel tersebut dibentuk oleh jaksa penuntut umum Argentina.

Ahli bedah saraf Maradona Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov dan psikolog Carlos Diaz sedang diselidiki, juga dua perawat, yaitu koordinator perawat dan koordinator medis.

Dua putri Maradona, Gianinna, 31 tahun, dan Jana, 24 tahun, menuduh Luque bertanggung jawab atas memburuknya kesehatan Maradona.

Legenda yang membawa Argentina juara Piala Dunia 1986 dan runner-up Piala Dunia 1990 itu menjalani operasi pada 3 November, hanya empat hari setelah dia merayakan ulang tahun ke-60 di klub yang dia bina, Gimnasia y Esgrima. Namun, kemudian tampak dalam kondisi kesehatan yang buruk dan kesulitan berbicara.

Maradona memerangi kecanduan kokain dan alkohol selama hidupnya. Dia menderita gangguan hati, ginjal dan kardiovaskular saat meninggal.

"Terakhir kali Gianinna mengunjungi Maradona, dia melihat Maradona sangat bengkak. Dalam beberapa pekan sebelum kematiannya, Maradona menunjukkan kemunduran fisik dan kognitif," kata Rodolfo Baque, pengacara untuk salah satu dari dua perawat yang sedang diselidiki.

Gelandang serang yang menghabiskan 2 tahun bersama raksasa Spanyol, Barcelona, itu juga dicintai di Napoli, di mana dia membantu Napoli memenangkan satu-satunya gelar Serie A dalam sejarah klub tersebut. Sekarang nama stadion di Napoli adalah Diego Maradona dari sebelumnya San Paolo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diego maradona timnas argentina

Sumber : Antara/AFP

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top