Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mencapai Prestasi Olahraga Perlu Pabrik Prestasi

Menpora Zainudin Amali menegaskan perlunya grand design di bidang olahraga untuk menghasilkan prestasi. Di mengistilahkan langkah yang diperlukan merupakan pabrik prestasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 November 2020  |  15:43 WIB
Lifter Eko Yuli Irawan merupakan salah satu atlet Indonesia berprestasi dunia. Dia meraih medali perak Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil./Reuters - Yves Herman
Lifter Eko Yuli Irawan merupakan salah satu atlet Indonesia berprestasi dunia. Dia meraih medali perak Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil./Reuters - Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA – Para pembina olahraga se-Indonesia diminta mengubah pola pikir bahwa prestasi olahraga dapat diraih dengan cara instan, melainkan harus dengan cara pabrik prestasi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengintruksikan pada seluruh pengurus cabang olahraga baik di level pusat maupun daerah untuk mengubah pola pikir instan dalam pembinaan olahraga.

Menpora dalam laman YouTube resminya pada Minggu (15/11/2020) bercerita bahwa kebanyakan cabang olahraga baru akan mempersiapkan diri saat ada turnamen atau kejuaraan semata. Padahal, menurutnya, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dan berjenjang tanpa melihat ada turnamen atau kejuaraan.

"Hal-hal seperti itu harus kita ubah. Kita biasanya mempersiapkan saat ada turnamen baik di pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Cara-cara ini tidak boleh kita pakai kalau mau berprestasi," kata Zainudin.

Menurut dia, grand design yang tengah disusun akan mengubah pola pikir itu. Grand design keolahragaan nasional memiliki sasaran jangka menengah dan jangka panjang dengan melakukan revitalisasi di berbagai jenjang pembinaan dengan dukungan sport science.

Konsep tersebut menekankan bahwa prestasi harus dibina sejak usia dini atau saat Sekolah Dasar. Itulah yang mendasari Kemenpora mencetuskan gagasan untuk menyusun grand design keolahragaan.

"Intinya adalah prestasi itu harus didesain. Kita harus membuat pabrik prestasi, tidak bisa dengan 'nemu' untuk dibina setelah itu tidak ada pelapis-pelapis yang berada di bawahnya untuk itu harus didesain," kata Menpora.

Dia menyebutkan Vietnam sebagai contoh pabrik prestasi. Negara itu sekarang menjadi salah satu kekuatan menakutkan di Asia Tenggara khususnya di sepak bola berkat hasil pembinaan berjenjang serta terarah sejak 10 tahun lalu.

Sementara itu di Indonesia, kata Zainudin, pola latihan yang diterapkan banyak yang salah kaprah. Pemain-pemain sepak bola usia dini dilatih dengan cara-cara yang tak sesuai dengan usianya. Mereka dilatih persis seperti pola yang diterapkan untuk senior.

"Satu hari saya kunjungan ke daerah, saya ke SSB [sekolah sepak bola], enggak kursus enggak apa pelatihnya. Saya tanya bagaimana cara melatih?, 'Saya melatih dengan cara yang saya dapatkan waktu main di senior', Bayangkan usia 8–10 tahun dilatih dengan cara senior, itu harus kita benahi,” ucapnya.

Grand design keolahragaan nasional saat ini dalam tahap finalisasi dan uji publik bersama para pemangku kepentingan olahraga di beberapa daerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menpora olahraga

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top