Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dipenjara 3 Tahun, Tyson Malik Abdul Aziz : Saya Jalani Hidup & Belajar

Mike Tyson alias Malik Abdul Aziz menyatakan bahwa dia hanya menjalani hidup dan selalu belajar dari perjalanan itu termasuk ketika harus dipenjara selama 3 tahun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Oktober 2020  |  16:35 WIB
Mantan juara dunia tinju kelas berat Mike Tyson alias Malik Abdul Aziz. - Reuters
Mantan juara dunia tinju kelas berat Mike Tyson alias Malik Abdul Aziz. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Mike Tyson alias Malik Abdul Aziz, mantan juara dunia tinju kelas berat dunia, menyatakan bahwa menjalani masa 3 tahun di penjara merupakan sebuah liburan, bukan hukuman. Dia juga mengemukakan bahwa dia hanya menjalani hidup dan belajar.

Tyson mengemukakan hal itu dalam acara “Life Lessons from the Champ” di Mola TV bersama Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti pada Jumat (2/10/2020) malam. Susi bertanya bagaimana rasanya menghabiskan waktu di dalam sel tahanan.

“Saya merasa sedang berlibur selama 3 tahun. Itu berkah bagi saya. Hal-hal baik terjadi kepada saya selama itu. Saya tidak pernah merasa sedang dipenjara. Secara psikologis, saya merasa bebas,” tambahnya.

Di penjara, Tyson mengaku belajar banyak hal, termasuk mengenal lebih dirinya sendiri maupun masyarakat di sekitarnya. Dia melihat banyak orang-orang di dalam penjara yang merasa dirinya lebih buruk dan inferior daripada yang lain.

Dari situ, ia pun belajar soal bagaimana seharusnya ia memperlakukan orang lain. Pada akhirnya, di penjara itulah Tysin mendapatkan hidayah sehingga memeluk agam Islam dan mengubah namanya menjadi Malik Abdul Aziz, yang berarti Si Perkasa Hamba Sang Mahaperkasa.

Tyson menjadi petinju kelas berat terbaik di eranya yang memegang sabuk juara WBA, WBC, dan IBF secara bersamaan. Pria berjulukan Si Leher Beton itu mencatatkan rekor 50 kali menang, dengan 44 di antaranya TKO, serta lima kali kalah.

Sejak saat itu, kariernya terus melambung. Namun, itu hanya bertahan sekejap lantaran dia justru harus berurusan dengan kasus hukum. Dia divonis bersalah atas kasus pemerkosaan dan mesti menjalani hukuman penjara pada 1992 hingga 1995.

Meski demikian, Tyson menegaskan bahwa apa yang dilakukannya itu bukanlah sebuah kesalahan, melainkan sebagai proses belajar dalam hidup.

“Saya tidak pernah membuat kesalahan dalam hidup. Semua yang saya lakukan adalah pembelajaran. Saya tidak menganggapnya sebagai kesalahan. Saya hanya menjalani hidup dan belajar.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemerkosaan tinju Susi Pudjiastuti Mike Tyson

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top