Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Piala Thomas & Uber Ditunda Lagi, Peserta Diminta Bijak

Piala Thomas dan Uber 2020 telah mengalami tiga kali penundaan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 September 2020  |  01:40 WIB
Piala Thomas-Piala Uber - Antara
Piala Thomas-Piala Uber - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Penundaan kembali Piala Thomas dan Uber 2020 untuk kali ketiga membuat media Denmark sebagai tuan rumah menyudutkan Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC)

Dilansir Antara, Sabtu (26/9/2020) disebutkan kejuaran bulu tangkis beregu paling bergengsi di dunia itu terpaksa harus kembaii diundur setelah sejumlah negara menarik pemainnya. Akibatnya media Denmark sebagai tuan rumah, menilai keputusan pemunduran negara-negara Asia itu merupakan tindakan egois.

Pebulu tangkis tunggal putra nomor tiga dunia Anders Antonsen bahkan mengaku tak habis pikir dengan keputusan BWF yang kembali menunda turnamen internasional bulu tangkis. Padahal Piala Thomas dan Uber 2020, menurutnya, merupakan sinyal positif bagi kebangkitan bulu tangkis dunia yang sudah terhenti sejak Maret.

“Apakah kita harus menunggu vaksin untuk bisa bertanding lagi? Buatlah aturan yang paling aman untuk menggelar turnamen. Siapapun bisa hadir. Jika tidak, olahraga akan layu dan mati,” ujar Antonsen.

Piala Thomas dan Uber 2020 telah mengalami tiga kali penundaan.

Sebelum diputuskan ditunda lagi, turnamen tersebut semula diharapkan bisa jadi kejuaraan internasional pertama sejak Maret lalu ketika pandemi menghentikan seluruh agenda turnamen bulu tangkis. Akan tetapi, BWF pada akhirnya memutuskan untuk menunda kejuaraan beregu paling bergengsi itu menyusul mundurnya sejumlah negara, termasuk Indonesia yang merupakan unggulan teratas, Korea Selatan, Chinese-Taipei, Thailand, dan Australia.

Akan tetapi, Chief Operating Federasi Bulu Tangkis Asia, Saw Chit Boon memberikan pembelaan bahwa keputusan negara-negara Asia untuk mundur dari kejuaraan merupakan hak setiap negara peserta. Tindakan tersebut tak bermaksud untuk mempersulit keadaan tuan rumah seperti yang dituduhkan pemberitaan media Denmark.

“Saya pikir itu adalah hak dan prerogatif setiap negara peserta untuk memutuskan apakah mereka mau pergi bermain atau tidak,” kata Boon kepada The Star, seperti dikutip AFP, Jumat.

Menurut Boon, setiap negara memiliki prosedur operasi standar (SOP) yang berbeda-beda terkait aturan dan kebijakan bagi warganya untuk bepergian ke luar negeri.

“Klaim ini muncul karena Denmark menjadi tuan rumah. Apakah hal yang sama akan terjadi juga jika sebuah negara Asia menjadi tuan rumah Piala Thomas dan Uber?” Ujar Boon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis

Sumber : Antara

Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top