Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Corona, Liga Olahraga Harus Tempuh Jalan Panjang

Meskipun banyak yang sudah merindukan untuk segera menonton atau melakukan liga olahraga, namun ternyata jalan yang harus ditempuh masih panjang.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  13:29 WIB
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Selama pandemi Covid-19, liga olahraga disetop, termasuk Olimpiade dan Pekan Olahraga Nasional (PON) karena dikhawatirkan menjadi tempat penyebaran Covid-19.

Meskipun banyak yang sudah merindukan untuk segera menonton atau melakukan liga olahraga, namun ternyata jalan yang harus ditempuh masih panjang.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto mengatakan bahwa pemerintah bukannya ingin menghalangi penyelenggaraan pertandingan-pertandingan olahraga, tapi ingin mengutamakan kesehatan dan keselamatan para pegiat olahraga, dari atlet sampai penontonnya.

“Bulan lalu kami undang beberapa cabang olahraga. Mereka dipersilakan melaksanakan liga, tapi persyaratan panjang sekali. Misalnya bola, sehari sebelumnya harus tes PCR, suporter tidak boleh datang, Tapi nanti kalau di dalam tidak ada penonton tapi di luar banyak yang menunggu bagaimana?” kata Gatot, Rabu (29/7/2020).

Belum lagi, beberapa olahraga berpotensi melakukan kontak tubuh yang sering dan banyak bertukar droplet, ketika perayaan mencetak skor dan sebagainya.

Ketika sudah merasa aman bertanding, tapi ternyata ada satu yang terindikasi positif pertandingan tidak bisa berlanjut.

“Ini makanya harus ada koordinasi ketat antara Kemenpora, KONI [Komite Olahraga Nasional Indonesia], dan Satuan Tugas di tempat penyelenggaraan,” kata Gatot.

Dengan adanya tes yang harus dilakukan pada saat atlet masuk dan keluar tempat pertandingan, biaya yang dilakukan untuk menyelenggarakan pertandingan olahraga pada masa pandemi tak sedikit.

Hal ini juga diakui menjadi salah satu hambatan.

“Untuk pertandingan bola, tes PCR dilakukan dua kali sudah dilakukan di UEFA dan VIVA. Penonton juga tidak ada yang datng ke tempat pertandingan. Harus ada contoh role model seperti ini, supaya masyarakat bisa percaya dan bersedia untuk melaksanakan protokol yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Gatot menegaskan, bahwa pelaksanaan pertandingan olahraga di masa pandemi ini memang mahal, tapi soal keselamatan bagi pegiat olahraga akan tetap menjadi prioritas utama.

Saat ini, Kemenpora dan KONI Pusat juga sudah membuat pedoman kegiatan olahraga di masa pandemi dan sudah diedarkan ke tiap-tiap cabang olahraga.

“Pedoman itu sudah kami rangkum dan kami detailkan di cabang olahraga masing-masing. Ada15 cabang olahraga sudah melakukan kompetisi dan sangat ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan, sehingga baik atlet dan official merasa aman dan nyaman,” jelas Sekretaris Jenderal KONI TB Ade Lukman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

koni kemenpora covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top