Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Industri Olahraga Dituntut Inovatif Manfaatkan Akses Digital

Sebagai salah satu sektor yang ikut terpukul dampak pandemi Covid-19, industri olahraga dituntut lebih inovatif dan adaptif untuk memanfaatkan peluang yang dibawa tren digital.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  11:45 WIB
Ilustrasi pertandingan e-Sport. - Reuters
Ilustrasi pertandingan e-Sport. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai salah satu sektor yang ikut terpukul dampak pandemi Covid-19, industri olahraga dituntut lebih inovatif dan adaptif untuk memanfaatkan peluang yang dibawa tren digital.

Tidak hanya aktivitas yang terhenti, industri olahraga mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Jika rata-rata pendapatan olahraga global dapat mencapai US$140 miliar per tahun, tahun ini diperkirakan akan turun menjadi US$70 miliar.

Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Uum PB Wushu Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan meski hampir seluruh sektor ekonomi terdampak pandemi, namun tren digitalisasi terjagi peningkatan yang drastis. Dengan demikian, ekonomi digital membawa peluang besar, termasuk untuk industri olahraga.

Misalnya saja, kata Airlangga, e-sports akan terus diminati seiring dengan semakin tidak adanya even real sports.

"Potensi ekonomi digital besar. Di Asean potensinya sebesar US$300 miliar pada 2025, sementara Indonesia potensinya US$133 miliar. Jadi perlu akselerasi di digitalitalisasi, termasuk olahraga secara digital," katanya dalam webinar Prestasi dan Industri Olahraga di Era New Normal, Selasa (30/6/2020).

Menurut World Economic Forum, pandemi Covid-19 menyebabkan lonjakan konsumsi media, seperti televisi, internet, dan lainnya. Namun di sisi lain, live event tidak bisa ditampilkan. Alhasil, penyiar olahraga seperti ESPN dan Fox Sports menampilkan rekaman pertandingan klasik, dokumenter, dan tayangan e-sport.

Di sisi lain, industri olahraga yang memiliki direct-to-consumer streaming service, seperti Netflix untuk olahraga, mengalami lonjakan signifikan. Diperkirakan untuk jangka panjang, konsumen akan lebih memilih layanan direct-to-consumer streaming service dan meninggalkan siaran televisi tradisional karena konten yang lebih variatif dan jadwal yang lebih fleksibel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

olahraga ekonomi digital e-sports
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top