Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Skandal Korupsi, Nasib Angkat Besi Terancam Dibatalkan di Olimpiade

Angkat besi terancam tidak bisa diikutkan dalam Olimpiade berikutnya jika investigasi yang sedang berlangsung ke federasi angkat besi internasional (IWF) mengungkapkan ada korupsi sebagaimana disampaikan Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  12:40 WIB
Ilustrasi angkat besi
Ilustrasi angkat besi

Bisnis.com, JAKARTA - Angkat besi terancam tidak bisa diikutkan dalam Olimpiade berikutnya jika investigasi yang sedang berlangsung ke federasi angkat besi internasional (IWF) mengungkapkan korupsi akut sebagaimana disampaikan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Sebuah laporan independen pekan lalu mengatakan IWF bermasalah dengan korupsi yang sudah berlangsung selama puluhan tahun yang didalangi oleh mantan presiden IWF Tamas Ajan.

"Kami sangat prihatin dengan laporan ini, korupsi yang terjadi berkisar pada anti-doping dan tata kelola," kata Presiden IOC Thomas Bach dalam konferensi pers virtual seperti dikutip Reuters, Kamis (11/6/2020).

Tindakan yang menyalahi aturan itu termasuk pembelian suara, menutupi kasus doping dan temuan dana sebesar 10,4 juta dolar AS (Rp145 miliar) yang tak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya. Meski begitu, Ajan membantah telah berbuat salah.

"Kami akan memberikan keputusan yang jelas, tergantung kepada hasil temuan komisi pengawasan IWF. Kami berhak mengambil langkah hukuman, dan tidak terbatas kepada skorsing angkat berat dalam program Olimpiade," kata dia.

Ajan, yang juga mantan anggota IOC, mengurus IWF sejak pertengahan 70-an, dengan jabatan pertama kali sebagai sekretaris jenderal dan kemudian sebagai presiden dari 2000 hingga mundur April lalu.

Laporan setebal 121 halaman pekan lalu itu sangat tegas dan teliti merinci korupsi besar-besaran di IWF yang saat itu dipimpin Ajan, yang dikenal mengendalikan kekuasaannya dengan kekuatan uang.

Hasil investigasi menemukan sumber utama uang tunai ini adalah denda yang dibayarkan secara pribadi ke Ajan dan penarikan tunai dalam jumlah besar dari rekening IWF.

Bach menambahkan bahwa IOC juga tidak akan memberikan akreditasi untuk Olimpiade Tokyo tahun depan kepada pejabat IWF yang terlibat dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Para pejabat seperti itu tidak akan diterima oleh IOC dalam ranah pertemuan persiapan untuk Tokyo," tegas Bach.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkat besi

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top