Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

World Athletics Sarankan Atlet Atletik Tidak Latihan Berat Selama Pandemi

World Athletics melalui Direktur Pusat Pengembangan Regional Asia Pasifik Ria Lumintuarso mengimbau atlet atletik tidak melakukan latihan berat selama masa pandemi Covid-19 karena alasan keterbatasan pengawasan dari tim pelatih.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  21:33 WIB
Ilustrasi-Lalu Muhammad Zohri, sprinter asal Nusa Tenggara Barat (NTB) - Twitter IAAF
Ilustrasi-Lalu Muhammad Zohri, sprinter asal Nusa Tenggara Barat (NTB) - Twitter IAAF

Bisnis.com, JAKARTA - World Athletics melalui Direktur Pusat Pengembangan Regional Asia Pasifik Ria Lumintuarso mengimbau atlet atletik tidak melakukan latihan berat selama masa pandemi Covid-19 karena alasan keterbatasan pengawasan dari tim pelatih.

Dalam seminar daring yang diikuti media di Jakarta, Rabu, Ria menegaskan bahwa latihan berat sebagaimana yang rutin dilakukan di masa normal tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus dalam pengawasan pelatih.

"Kondisi sekarang jangan latihan berat, cukup latihan ringan saja. Dalam latihan berat ada ukuran yang harus dipakai dan pelatih paham dengan hal itu. Latihan ringan pun ada tipsnya. Pelatih tetap punya kewajiban untuk membimbing," kata Ria, yang juga aktif sebagai dosen di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.

Menurut dia, agar latihan ringan bisa berjalan maksimal, baik atlet dan pelatih harus memiliki pranata daring yang memungkinkan proses pengarahan dan konsultasi berjalan dengan lancar.

Nantinya, pelatih bisa memberikan paket protokol latihan dari kriteria ringan hingga sedang. Bentuk latihan yang diberikan pun juga bisa beragam, katanya menjelaskan.

"Latihan ringan saja, karena yang jadi tujuannya bukan membentuk 'power' tapi lebih ke ketahanan stamina. Ada tipsnya juga supaya tidak gemuk, asupan gizi diperhatikan. Latihan harus tetap berjalan dan pelatih punya kewajiban memastikan semua berjalan efektif," Ria memaparkan.

Sebelumnya, Presiden Komite Nasional Olimpiade (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa masa pandemi tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan terhadap atlet nasional.

Sebaliknya, pengurus induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) harus lebih terpacu dan kreatif untuk mempersiapkan atlet-atletnya agar bisa bersaing untuk meraih hasil terbaik.

"Di sinilah dituntut kreativitas PB/PP dalam menjalankan program pembinaan atlet, dengan mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Yang pasti, program latihan dijalankan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet," Okto menjelaskan.

"Atlet nasional tidak boleh pasrah dan harus memanfaatkan kesempatan agar bisa meningkatkan prestasinya dalam rangka menghadapi persaingan ke depan," pungkas Okto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

atletik

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top