Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Presiden IOC Berbicara Soal Dampak Pandemik Terhadap Pelaksanaan Olimpiade

Pekan lalu Bach memperingatkan bahwa 2021 adalah "opsi terakhir" untuk mengadakan Olimpiade Tokyo yang tertunda, menegaskan bahwa penundaan tidak bisa berlangsung selamanya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  13:39 WIB
Olimpiade 2020. - www.dannychoo.com
Olimpiade 2020. - www.dannychoo.com

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengadakan serangkaian pembicaraan dengan anggota-anggota IOC, Rabu, terkait potensi yang bakal terjadi akibat pandemi virus corona, yang juga telah memundurkan Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun 2021.

Bach akan berbicara kepada 100 anggota IOC dalam tiga sesi berbeda yang dibagi berdasarkan bahasa dan zona waktu setempat.

"IOC hari ini mengadakan serangkaian konsultasi internal dengan anggota IOC untuk mendengar dari mereka sebagai persiapan Sidang IOC yang digelar dewan eksekutif IOC 10 Juni 2020," demikian pernyataan IOC, Kamis (28/5/2020) pagi, seperti dikutip AFP.

Tujuan Bach adalah melihat pendapat para anggota tentang "bagaimana menangani konsekuensi dari pandemi virus corona," kata sebuah sumber kepada AFP.

Presiden IOC itu ingin mendengar "pemikiran, gagasan, dan pengalaman semua anggota di seluruh dunia", tambahnya.

Sementara Bach sudah berbicara dengan semua pihak terkait Olimpiade pada 24 Maret ketika mengumumkan penundaan Olimpiade Tokyo, ini adalah pertama kalinya ia secara khusus berkonsultasi dengan anggota IOC sejak munculnya Covid-19.

Bach didukung oleh direktur eksekutif Olimpiade Christophe Dubi, direktur olahraga IOC Kit McConnell, direktur jenderal IOC Christophe De Kepper dan chief operating officer Lana Haddad.

Direktur medis dan ilmiah IOC, Richard Budgett, juga berpartisipasi untuk membahas "masalah vaksin", menurut sumber lainnya

Pekan lalu Bach memperingatkan bahwa 2021 adalah "opsi terakhir" untuk mengadakan Olimpiade Tokyo yang tertunda, menegaskan bahwa penundaan tidak bisa berlangsung selamanya.

Dia mendukung sikap Jepang bahwa Olimpiade harus dibatalkan jika pandemi virus corona tidak terkendali tahun depan.

Namun pria asal Jerman itu tidak mengatakan apakah suatu vaksin merupakan prasyarat untuk melanjutkan Olimpiade.

Maret lalu, Olimpiade Tokyo 2020 ditunda hingga 23 Juli 2021 karena virus corona yang telah menewaskan ratusan ribu orang di seluruh dunia dan menghentikan olahraga dan transportasi internasional.

IOC telah menyisihkan $ 800 juta untuk membantu penyelenggara dan federasi olahraga memenuhi biaya tambahan dari penundaan Olimpiade.

Menurut anggaran terbaru, Olimpiade itu akan menelan biaya $ 12,6 miliar, dibagi antara panitia penyelenggara, pemerintah Jepang dan kota Tokyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Olimpiade 2020

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top