Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dana Tambahan Akibat Penundaan Olimpiade Tokyo Belum Disepakati

Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menuturkan pemerintahannya belum membuat keputusan akan menanggung biaya tambahan dari penundaan Olimpiade Tokyo 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 April 2020  |  17:33 WIB
Seorang wanita menggunakan masker pelindung wajah, setelah mewabahnya virus korona, berjalan melewati spanduk menyambut Olimpiade Tokyo 2020 di depan gedung Pemerintah Kota Tokyo di Tokyo, Jepang, Jumat (6/3/2020)./Antara - Reuters
Seorang wanita menggunakan masker pelindung wajah, setelah mewabahnya virus korona, berjalan melewati spanduk menyambut Olimpiade Tokyo 2020 di depan gedung Pemerintah Kota Tokyo di Tokyo, Jepang, Jumat (6/3/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menuturkan pemerintahannya belum membuat keputusan akan menanggung biaya tambahan dari penundaan Olimpiade Tokyo 2020 menjadi tahun depan.

Dia mengemukakan hal itu untuk mengklarifikasi laporan kantor berita Kyodo yang mengabarkan Jepang bersedia untuk menanggung biaya penundaan Olimpiade.

"Tidak benar sudah ada kesepakatan untuk menanggung tambahan beban biaya," kata Suga pada Selasa (21/4/2020) sebagaimana dilansir Reuters.

Sebelumnya dalam laporan Kyodo, PM Shinzo Abe disebut telah menyepakati biaya penundaan Olimpiade Tokyo sebesar US$3 miliar (lebih dari Rp46,5 triliun).

Sejauh ini, panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo baru diminta untuk menentukan skala prioritas guna memangkas biaya yang membengkak menyusul penundaan Olimpiade ke tahun 2021.

Berbagai perubahan terkait arena, akomodasi, periklanan, hingga penyiaran harus dinegosiasikan ulang.

Ajang akbar ini sedianya akan digelar pada musim panas tahun ini, namun akibat mewabahnya virus corona (SARS-CoV-2) memaksa penundaan satu tahun yaitu pada 23 Juli - 8 Agustus 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Olimpiade 2020

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top