Lifter Berusia 17 Tahun Diharap Bisa Temani Eko di Olimpiade

Windy Cantika Aisyah diharap dapat masuk dalam salah satu atlet angkat besi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Sejauh ini prestasinya cukup baik, salah satunya adalah dengan memecahkan rekor dunia remaja.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  18:52 WIB
Lifter Berusia 17 Tahun Diharap Bisa Temani Eko di Olimpiade
Deni, atlet angkat besi Indonesia - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) sepertinya memiliki harapan besar kepada Windy Cantika Aisyah, gadis berusia 17 tahun.

Pasalnya, lifter putri tersebut ditarget masuk dalam salah satu atlet di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, untuk menemani seniornya, Eko Yulianto.

"Insyaallah kita bisa mengunci tiket (Olimpiade 2020). Kita lihat perkembangannya nanti sampai April. Kalau Windy sudah oke, bisa mengunci tiket," ujar pelatih kepala angkat besi Indonesia Dirdja Wihardja Kamis (13/2/2020).

Harapan itu muncul bukan tanpa alasan. Sebab Windy yang merupakan lifter junior itu kerap tampil memukau pada beberapa kejuaraan internasional.

Pada SEA Games 2019 di Filipina, misalnya. Windy yang turun di kelas 49 kg itu sukses menyumbangkan medali emas untuk Merah Putih dengan total angkatan 190 kg. Catatan tersebut sekaligus mempertajam rekor dunia remaja atas nama dirinya yang dibukukan di Kejuaraan Dunia Junior dan Remaja Oktober 2019 di Pyongyang, Korea Utara, dengan total angkatan 186 kg.

Kendati demikian, prestasi tersebut lantas tak membuatnya aman lolos kualifikasi Olimpiade 2020. Windy masih harus mengikuti beberapa kejuaraan demi mendongkrak poin tampil di Tokyo. Salah satu kejuaraan pra-kualifikasi yang diikuti perempuan 17 tahun itu saat ini adalah Kejuaraan Asia Angkat Besi Junior 2020 di Taskhkent, Uzbekistan pada 13-19 Februari.

Pada kejuaraan kualifikasi Olimpiade berkategori gold itu, Windy ditargetkan dapat menyamai hasil pada SEA Games 2019. "Karena di SEA Games 2019 kategorinya silver, yang artinya total angkatan 190 kg nilainya 840 poin. Di sini (Uzbekistan) kategorinya gold, nilainya sama, berarti dapat 880 poin," kata Dirdja.

Adapun kesempatan lain untuk Windy mendongkrak poin, kata Dirdja, adalah beberapa kejuaraan regional di AS yang berlangsung Maret-April. Saat ini, Windy masih berada di peringkat ketujuh dunia, dan dia setidaknya harus tembus delapan besar serta tampil konsisten di berbagai kejuaraan demi mendampingi Eko di Olimpiade 2020.

Sementara Eko yang kini berada di peringkat kedua sudah memastikan tiket tampil di Tokyo setelah berhasil meraih medali emas pada kejuaraan angkat besi Fajr Cup 2020 di Rasht, Iran awal Februari lalu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Olimpiade 2016, angkat besi

Sumber : Antara

Editor : Andya Dhyaksa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top