Stadion Nasional Tokyo Resmi Diserahkan ke Dewan Olahraga Jepang

Sejatinya pembangunan stadion berkapasitas 60.000 penonton itu telah selesai pada awal bulan ini, namun penyerahan secara resmi pada Sabtu (30/11/2019), menandai tanggal penyelesaiannya dan menjadi momen penting bagi penyelenggara delapan bulan menjelang digelar Olimpiade 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 November 2019  |  14:49 WIB
Stadion Nasional Tokyo Resmi Diserahkan ke Dewan Olahraga Jepang
Stadion Nasional Tokyo di tengah gemerlap ibu kota Jepang. Venue ini menjadi pusat kegiatan Olimpiade 2020. - Reuters/Matthew Childs

Bisnis.com, JAKARTA - Stadion Nasional Tokyo, yang bakal menjadi pusat kegiatan Olimpiade tahun depan, secara resmi diserahkan kepada Dewan Olahraga Jepang yang akan menjadi pengelolanya.

Sejatinya pembangunan stadion berkapasitas 60.000 penonton itu telah selesai pada awal bulan ini, namun penyerahan secara resmi pada Sabtu (30/11/2019), menandai tanggal penyelesaiannya dan menjadi momen penting bagi penyelenggara delapan bulan menjelang digelar Olimpiade 2020.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (30/11/2019), Penggunaan stadion ini secara resmi akan dilaksanakan pada 21 Desember untuk pertandingan final sepak bola Piala Kaisar sebagai agenda olahraga pertama Jepang menjelang Tahun Baru.

"Kami sangat senang bahwa pembangunan stadion sebagai simbol utama Olimpiade Tokyo 2020 sekarang ini telah selesai. Itu membuat kami menyadari betapa dekatnya kami dengan awal Olimpiade," kata CEO Olimpiade Tokyo 2020 Toshiro Muto dalam sebuah pernyataannya.

"Kami sangat menantikan melihat atlet dari seluruh dunia berbaris di stadion baru ini saat Upacara Pembukaan ... ketika mata dunia akan tertuju pada simbol ikonik Olimpiade Tokyo 2020 ini."

Pembangunan stadion ini menelan biaya lebih dari 1,25 miliar dolar AS. Stadion ini akan menjadi tempat kompetisi atletik dan sepak bola selama Olimpiade.

Konstruksi dimulai pada Desember 2016, sekitar 14 bulan lebih lambat dari yang direncanakan, setelah desain asli dibatalkan lantaran adanya kemarahan publik atas biaya yang membengkak.

Penundaan itu berarti stadion tidak dapat menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia Rugby, seperti yang direncanakan semula.

Stadion itu akan menjadi tempat berbagai kegiatan olahraga dan budaya Jepang untuk tahun-tahun mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Olimpiade 2020

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top