Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hai Sobat Pelari, Berikut Tips Persiapan H-1 Maraton

Ada sejumlah tips yang perlu menjadi perhatian para pelari sebelum berlari maraton, termasuk dalam hal makanan dan istirahat.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 16 November 2019  |  13:51 WIB
Borobudur Marathon 2018. - Antara/Anis Efizudin
Borobudur Marathon 2018. - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, MAGELANG - Mengikuti lomba maraton atau lari dengan jarak di atas 10 kilometer membutuhkan persiapan khusus sejak jauh-jauh hari.
 
Kendati demikian, persiapan H-1 sebelum lomba juga ternyata memegang peranan penting, agar pelari maraton bisa mencapai target yang dicanangkan.
 
Pelatih atlet lari jarak jauh nasional Agung Mulyawan, bersama Salonpas Let’s Move, melakukan Coaching Clinic di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (16/11/2019). Acara ini merupakan bagian dari agenda Borobudur Marathon 2019, yang digelar pada Minggu (17/11).
 
"Persiapan lari maraton sudah dilakukan jauh hari. Tetapi terkadang hal penting pada H-1 bisa memengaruhi performa saat lomba," ujarnya saat Coaching Clinic di Magelang, Sabtu (16/11).
 
Tips pertama persiapan H-1 adalah jangan pernah mengubah kebiasaan yang sebelumnya sudah dijalankan. Misalnya, menu dan jadwal makan diupayakan tetap berjalan normal, termasuk pemilihan busana dan sepatu.
 
Menurut Agung, H-1 bukan saatnya lagi mencoba-coba hal baru. Oleh karena itu, segala hal detail perlu disiapkan dengan baik sebelumnya.
 
"Memang banyak pelari saat ini dari luar Magelang, yang tentunya ingin wisata kuliner atau jalan-jalan. Sebaiknya agenda wisata dilakukan setelah maraton, bukan sebelum maraton," imbuhnya.
 
Tips kedua, usahakan carbo loading secara bertahap mulai pagi, siang, dan malam. Jadi, carbo loading jangan ditumpuk saat makan malam saja.
 
Pelari juga harus terhidrasi dengan baik. Disarankan minum air di atas 2 liter per hari.
 
Tips ketiga, pelari harus tidur 7 jam. Sebelum tidur, lakukanlah peregangan ringan agar lebih nyenyak, karena sendi dan aliran darah menjadi lebih optimal.
 
Tips selanjutnya, setelah bangun tidur, usahakan mandi air hangat atau menggunakan gel penghangat untuk mengaktivasi persendian.
 
Pasalnya, saat bangun pagi jam 03.00-04.00 WIB, cuaca cenderung dingin dan membuat persendian kaku. Setelah itu, mulailah pemanasan untuk maraton.
 
Agung melanjutkan maraton merupakan salah satu olahraga yang memerlukan determinasi tinggi. Diperlukan persiapan yang baik mulai dari penyusunan program latihan, nutrisi, dan manajemen waktu istirahat. 
 
Coaching Clinic ini bertujuan membantu 11.000 peserta Borobudur Marathon 2019 kategori full marathon, half marathon, dan 10K untuk lebih berkomitmen serta mempersiapkan diri secara maksimal lomba.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maraton olahraga
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top