Tour de Singkarak, Uji Mental dan Fisik di Etape Ke-8

Ketahanan mental dan fisik pebalap akan diuji kembali pada etape ke-8 yang merupakan lintas provinsi dari Sungai Penuh, Jambi, menuju Pesisir Selatan,Sumatra Barat, sepanjang 212,9 kilometer.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 November 2019  |  09:55 WIB
Tour de Singkarak, Uji Mental dan Fisik di Etape Ke-8
Tour de Singkarak 2019 etape VII pada Jumat (8/11/2019) di Kerinci, Jambi. - Antara/Wahdi Septiawan

Bisnis.com, SUNGAI PENUH – Ketahanan mental dan fisik pebalap akan diuji kembali pada etape ke-8 yang merupakan lintas provinsi dari Sungai Penuh, Jambi, menuju Pesisir Selatan,Sumatra Barat, sepanjang 212,9 kilometer.

Lintasan berkarakter pegunungan itu memiliki tiga tanjakan dan tiga titik sprint yang dipastikan menguras tenaga pebalap.

Tanjakan tipe hors categorie (HC) atau yang terberat akan langsung menghadang pada kilometer 29,2 di Sungai Ning, Sungai Penuh. Kemudian tanjakan kategori 4 pada kilometer 87,9 di Bukit Buai dan Bukit Pulai pada kilometer 199,1.

Adu cepat akan terjadi pada tiga titik sprint pada kilometer 74,7 di Tapan. Kilometer 122,2 di Koto Panai dan kilometer 159,1 di Pasar Kambang Pesisir Selatan.

Bercermin pada dua etape sebelumnya pemenang pada etape panjang ini sulit untuk ditebak. Apalagi, pebalap mulai dihadapkan pada kelelahan melewati tujuh etape sebelumnya.

Pemuncak klasemen umum pemegang yellow jersey, Jesse Ewart mengakui faktor kelelahan yang mulai menghantui pebalap.

Dia bahkan sudah menargetkan "bermain aman" pada etape VII Kayu Aro-Danau Kerinci untuk menghemat tenaga menghadapi dua etape tersisa. Namun, akhirnya ia ikut terpancing juga.

Hingga etape VII belum ada perubahan pemegang yellow dan green jersey, polka dot jersey (raja tanjakan) juga red and white (pembalap Indonesia tercepat) jersey.

Yellow dan green dipegang Jesse Ewart, Polka dot milik Ismael Grospe Jr. dan red and white masih milik Agung Sahbana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tour de singkarak

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top