Sprinter Jamaika Shelly-Ann Fraser-Pryce Juara Dunia 4 Kali

Sprinter Jamaika Shelly-Ann Fraser-Pryce meraih gelar juara dunia keempat kalinya setelah memenangi laga final 100 meter putri di Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 September 2019  |  08:43 WIB
Sprinter Jamaika Shelly-Ann Fraser-Pryce Juara Dunia 4 Kali
Sprinter Jamaika Shelly-Ann Fraser-Pryce ketika memenangi gelar juara dunia lari 100 meter di Doha, Qatar, pada Senin (30/9/2019). - Reuters/Fabrizio Bensch

Bisnis.com, JAKARTA – Sprinter Jamaika Shelly-Ann Fraser-Pryce meraih gelar juara dunia keempat kalinya setelah memenangi laga final 100 meter putri di Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Doha, Qatar, pada Senin (30/9/2019) dini hari WIB.

Pelari berusia 32 tahun itu sebelumnya meraih emas pada Kejuaraan Dunia 2009, 2013, dan 2015. Tahun ini, dia berhasil menambah gelarnya setelah mencatatkan waktu 10,71 detik pada final di Stadion Internasional Khalifa.

Sebelumnya, Fraser-Pryce absen pada Kejuaraan Dunia 2017 karena cuti hamil dan melahirkan. Namun, ia kembali menggebrak lintasan lari jarak pendek dan jadi lawan terberat di tahun ini. Bahkan ia telah mendominasi sejak babak pertama dan keluar sebagai pemenangan dengan catatan waktu 10,80 detik.

Sementara medali perak diraih oleh sprinter Inggris Asher-Smith yang finis di posisi kedua dengan catatan waktu 10,83 detik. Disusul di posisi ketiga ada peraih medali perak Kejuaraan Dunia 2017 Marie-Josee Ta Lou dengan catatan waktu 10,90 detik.

Elaine Thompson, yang merupakan rekan senegara Fraser-Pryce sekaligus peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, harus puas di posisi keempat dengan catatan waktu 10,93 detik.

Fraser-Pryce yang mengenakan wig kuning itu pun merayakan kemenangannya dengan menggendong putranya Zyon.

“Bisa kembali berdiri di sini di usia 32 tahun dan menggendong bayi saya adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak bisa tidur tadi malam. Terakhir kali saya berada di kejuaraan besar adalah pada 2016. Tetapi dengan ketangguhan hati kita pasti bisa mendapatkan apa yang diinginkan,” kata Fraser-Pryce seperti dikutip laman resmi International Association of Athletics Federations (IAAF).

"Saya tidak bisa memercayainya. Saya bekerja sangat keras untuk kembali (berkompetisi). Zyon dan suami saya sumber kekuatan saya. Ketika semua orang meragukan saya, mereka tidak pernah melakukannya,” ujar Fraser-Pryce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
atletik, kejuaraan dunia atletik

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top