Braima Dabo Tak Pentingkan Medali Kejuaraan Dunia, Ini Aksi Luar Biasanya

Braima Dabo dari Guinea-Bissau tak akan memenangi medali kejuaraan dunia atletik, tetapi dia membuat dunia kagum.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 September 2019  |  17:04 WIB
Braima Dabo Tak Pentingkan Medali Kejuaraan Dunia, Ini Aksi Luar Biasanya
Pelari Guinea-Bissau Braima Suncar Dabo (kanan) memapah atlet Aruba Jonathan Busby untuk melewati garis finis dalam heat pertama lomba 5.000 m putra pada Kejuaraan Dunia Atletik di Doha, Qatar. - Antara-AFP

Bisnis.com, DOHA, Qatar – Braima Suncar Dabo dari Guinea-Bissau tak akan memenangi medali kejuaraan dunia atletik, tetapi dia membuat dunia kagum pada Jumat (27/9/2019) setelah membantu Johnathan Busby dari Aruba guna melintasi garis finis nomor lari 5.000 meter putra.

Aksinya ini disebut sebagai unjuk sportivitas nan memukau. Itu adalah akhir menyakitkan sekaligus mengharukan pada heat pembuka nomor 5.000 m putra ketika Busby yang tertekan dan hampir pingsan, ditolong Dabo pada putaran terakhir untuk mencapai garis finis.

Kedua atlet itu melintasi garis finis untuk disambut tepuk tangan meriah penonton di Stadion Khalifa.

"Tujuan utama saya adalah mewakili negara saya sebaik mungkin dan saya senang bisa membantu orang lain," kata Dabo yang berbahasa Portugis. "Saya melihat dia tak berlari dengan cara yang benar, dia oleng, saya tahu dia tak akan sampai finis."

"Saya sudah tahu saya tak akan bisa memecahkan rekor pribadi saya. Jadi, begitu saya tahu itu, lebih baik mengejar tujuan utama, yaitu menuntaskan lomba. Pikiran saya adalah membantu dia menyelesaikan lomba, itu poin dari lomba ini."

Heat ini dimenangkan oleh Selemon Barega dari Ethiopia dengan catatan waktu 13 menit 24,69 detik, tetapi upaya heroik yang berlangsung di belakang pemenanglah yang memenangi hati penonton.

Ketika kedua atlet melintasi garis finis hampir 5 menit kemudian, Dabo memapah Busby sampai personel darurat muncul hingga pelari Aruba itu didudukkan di kursi roda dan dibawa ke luar lintasan.

Belum ada kabar lanjutan mengenai kondisi Busby yang berusia 33 tahun. "Dia berterima kasih kepada saya dan dia kesakitan. Dia tak bisa bicara banyak, lagi pula, bahasa kami berbeda sehingga tak bisa lama berbicara," kata Dabo.

Ditanya tentang reaksi orang banyak terhadap sikap sportifnya, Dabo yang rendah hati mengatakan tak ada yang berubah. "Saya tetap sama seperti yang dulu, saya bangga ada di sini mewakili negara saya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
atletik, kejuaraan dunia atletik

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top