Cuaca Panas Ekstrem Ancam Penyelenggaraan Olimpiade dan Paralympic Games 2020

Mengantisipasi cuaca panas ekstrem yang bisa berdampak kepada keselamatan atlet dan penonton, panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralympic Games 2020 di Tokyo melakukan sejumlah langkah. Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah mengerahkan lebih banyak mobil ambulans dan alat-alat bantu kesehatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  09:53 WIB
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Penyelenggaraan Olimpiade dan Paralympic Games 2020
Olimpiade 2020. - www.dannychoo.com

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelenggaraan Olimpiade dan Paralympic Games 2020 dibayangi ancaman cuaca panas yang ekstrem.

Mengantisipasi cuaca panas ekstrem yang bisa berdampak kepada keselamatan atlet dan penonton, panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralympic Games 2020 di Tokyo melakukan sejumlah langkah. Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah mengerahkan lebih banyak mobil ambulans dan alat-alat bantu kesehatan.

Saat Olimpiade Tokyo pada 24 Juli hingga 9 Agustus, serta Paralympic Games pada 25 Agustus hingga 6 September 2020, cuaca panas diperkirakan bakal mencapai puncaknya. Kondisi pada pekan-pekan ini dan periode yang sama tahun 2018 rata-rata temperatur melebih 35 derajat celsius.

Saat musim panas 2018 tercatat 8.295 orang warga Tokyo harus dilarikan ke rumah sakit karena diduga terserang penyakit yang terkait dengan cuaca panas ekstrem.

Kota Tokyo akan mengerahkan sekitar 260 ambulans di berbagai tempat untuk keperluan atlet dan suporter Olimpiade, serta menambah jumlah tenaga medis di bawah koordinasi departemen pemadam kebakaran.

"Kami ingin mempersiapkan suatu lingkungan di mana para pendatang bisa tinggal tanpa ada rasa ketakutan," kata seorang pejabat departemen pemadam kebakaran Tokyo, seperti dikutip Kyodo, Selasa (20/8/2019).

Kekhawatiran gangguan kesehatan saat puncak musim panas tahun depan juga disampaikan sejumlah pengurus cabang olahraga yang pekan lalu melakukan uji coba Olimpiade.

Di antaranya pada cabang dayung, saat uji coba pekan lalu, sejumlah atlet harus menjalani perawatan di rumah sakit, diduga karena serangan panas.

Pada uji coba cabang triatlon, panitia mengurangi jarak dalam segmen lari menjadi setengah dari yang seharusnya ditempuh atlet, karena khawatir jatuh korban akibat panas dan kelembaban yang tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tokyo, Olimpiade 2020

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top