Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Petenis Papan Atas Putra-Putri Bertumbangan di Putaran I Wimbledon

Para petenis papan atas dunia, putra dan putri, berguguran di mputaran pertama tenis Wimbledon di London, Inggris, pada Selasa (2/7/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  16:01 WIB
Petenis AS Venus Williams - Reuters/Mike Segar
Petenis AS Venus Williams - Reuters/Mike Segar

Bisnis.com, JAKARTA – Para petenis papan atas dunia, putra dan putri, berguguran di mputaran pertama tenis Wimbledon di London, Inggris, pada Selasa (2/7/2019).

Dua petenis muda papan atas, Stefanos Tsitsipas dan Alexander Zverev, secara mengejutkan tersingkir pada putaran pertama Wimbledon.

Petenis Yunani Tsitsipas memasuki turnamen ini dengan status sebagai salah satu favorit untuk merusak dominasi tiga besar Novak Djokovic, Rafael Nadal, Roger Federer, tapi yang terjadi dia takluk 4-6 6-3 4-6 7-6(8) 3-6 dari petenis Italia Thomas Fabbianno.

Tsitsipas menggagalkan dua match point pada tiebreak set keempat, tetapi Fabbiano bermain tanpa kenal lelah, dan ketika ia mematahkan serve lawan pada gim ketujuh set penentuan, kekalahan semakin dekat bagi petenis Yunani tersebut.

"Saya tidak akan layak mendapatkan kemenangan pada hari ini, bahkan meski saya menang, karena saya tidak bermain baik," kata Tsitsipas, 20 tahun, yang mencapai semifinal Australia Open tahun ini setelah menaklukkan Roger Federer.

Tsitsipas "didampingi" petenis muda lainnya untuk meninggalkan panggung Wimbledon, ketika petenis Jerman Alexander Zverev disingkirkan petenis kualifikasi asal Republik Cheska Jiri Vesely dengan skor 6-4 3-6 2-6 5-7.

Petenis 22 tahun itu terlihat akan mengamankan kemenangan ketika memenangi set pertama, tetapi di luar perkiraan Vesely justru mampu bangkit.

Zverev tergelincir saat melakukan serve pada kedudukan 6-5, 30-15 di set keempat, membuat lawannya mendapatkan dua match point, dan bola voli backhand-nya mengenai net untuk memastikan dia tersingkir sejak awal.

"Ini seperti pertandingan Grand Slam biasa bagi saya. Saya memulainya dengan baik, kemudian satu-dua hal tidak berjalan mulus, dan semuanya sedikit-sedikit menjadi berantakan," tutur Zverev.

Di single puri, kekalahan juga diderita Venus Williams (Amerika Serikat) dan Naomi Osaka (Jepang).

Cori Gauff, yang baru berusia 15 tahun alias anak SMA, menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Wimbledon dengan menumbangkan idolanya yang sesama petenis AS, Venus Williams.

Gauff menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Wimbledon dengan menumbangkan Venus Williams 6-4 6-4 pada babak pertama.

Berusia 39 tahun, Williams dianggap sebagai dinasti Wimbledon karena dia telah menjadi bagian dari keluarga All England Club selama hampir 2 dekade, dengan menjadi juara tunggal sebanyak lima kali, termasuk dua kali sebelum Gauff dilahirkan.

Namun Gauff, petenis paling muda yang lolos ke undian utama dalam era profesional, tidak sedang berselera bermain menunggu nasib ketika dia menciptakan ironi besar akibat selisih umur lebih muda 24 tahun dan selisih peringkat sampai 269 level dari idolanya Venus Williams.

Bermain tanpa mengenal takut walau masih sangat muda, dia memaksa Williams menyerah.

"Saya sendiri tak tahu bagaimana menjelaskan perasaan saya," kata Gauff yang menyapu air matanya begitu meninggalkan Court One, beberapa saat setelah kemenangan menakjubkannya itu.

"Saya sampai harus menenangkan diri saya sendiri, saya tak pernah bermain di lapangan sebesar ini, tetapi saya harus mengingatkan diri saya bahwa garis di lapangan ini sama saja, segala hal di sekitarnya mungkin lebih besar tetapi garisnya sama dan setelah selesai meraih poin saya cuma bilang pada diri saya untuk tetap tenang."

"Saya tak menyangka ini bakal terjadi, sekarang saya sungguh hidup di alam mimpi. Saya bahagia sekali Wimbledon telah memberi saya kesempatan untuk bermain dan saya sungguh tak menyangka akan sejauh ini," sambung petenis remaja ini, yang masuk Wimbledon dengan wildcard.

Sebelum pertandingan ini, petenis yang akrab dipanggil Coco itu berkata kepada follower-follower Instagram-nya: "Dua guru saya baru tahu saya ternyata main tenis setelah saya masuk undian utama di sini."

Seandainya guru-guru dia di Florida perlu bukti apa yang sebenarnya dia lakukan, mereka hanya perlu menghidupkan layar televisi mereka untuk menyaksikan bagaimana Wimbledon dibuat gila oleh Coco.

Sebuah break pada game kelima set pembuka, yang di dalamnya termasuk lob cantik ke arah Williams yang cuma bisa mematung, sudah cukup untuk membuatnya memenangkan set pertama.

Permainan tak bertenaga lawannya terus berlanjut pada set kedua dan si petenis remaja mengunci kemenangan pada match point keempat ketika forehand Williams tak bisa melewati net.

"Setelah pertandingan usai saya bilang padanya terima kasih untuk semua yang Anda berikan. Saya tak akan ada di sini jika bukan demi dia. Saya bilang padanya bahwa dia sangat menginspirasi dan bahwa saya selalu ini menyampaikannyaa kepada dia. Sekalipun saya sudah pernah bertemu dengan dia, saya kira saya baru berani (mengungkapkan hal itu kepada dia sekarang)."

Kekalahan juga didapatkan Naomi Osaka. Ambisi petebis Jepang itu meraih gelar Grand Slam ketiga berakhir prematur setelah takluk dari Yulia Putintseva (Kazakhstan) dengan 6-7(4/7) 2-6 pada babak pertama Wimbledon yang membuatnya hampir menangis.

Petenis Jepang berusia 21 tahun yang menjadi unggulan kedua turnamen ini menjadi petenis unggulan dua teratas pertama yang tersisih dari babak pertama Wimbledon sejak Martina Hingis tersingkir pada 2001 ketika menyandang unggulan utama edisi ini.

Kekalahan ini menjadi pukulan terberat sang juara US Open dan Australia Open sampai harus mempersingkat konferensi pers pascalaga. "Sudah ya? Saya merasa saya mau menangis."

Osaka pernah berkata dia merasa bebannya telah lepas setelah dia tidak lagi menjadi petenis nomor satu dunia bulan lalu. Tetapi perasaannya itu tidak terlihat saat menghadapi Putintseva yang berbakat itu di Centre Court.

Osaka mengaku akan belajar dari kekalahannya ini. Dia mengaku kekalahan dia dua pekan lalu melawan Putintseva di Birmingham telah menghantuinya di lapangan ketika dia menghadapi kembali lawannya itu di Wimbledon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenis wimbledon

Sumber : Antara/Reuters/AFP

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top