Final NBA : Tertinggal 1 - 3, Juara Bertahan Warriors Mampu Bangkit?

Juara bertahan Golden State Warriors sudah di ujung tanduk, hanya satu kekalahan lagi nasib mereka musim ini habis di tangan Toronto Raptors.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Juni 2019  |  14:37 WIB
Final NBA : Tertinggal 1 - 3, Juara Bertahan Warriors Mampu Bangkit?
Pebasket Toronto Raptors Kawhi Leonard - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Juara bertahan Golden State Warriors sudah di ujung tanduk, hanya satu kekalahan lagi nasib mereka musim ini habis di tangan Toronto Raptors.

Siapa yang menyangka Raptors, tim NBA yang bahkan belum genap berusia 25 tahun, di ambang trofi Larry O'Brien pertama mereka.

Setelah sukses membungkam Milwaukee Bucks dengan empat kemenangan beruntun meski kalah di dua gim pertama final Wilayah Barat, Kawhi Leonard dan kawan-kawan punya bidikan baru, Warriors.

Debut pertama mereka dalam laga yang berstatus final NBA dilewati Raptors dengan mulus. Kemenangan mereka bukukan dengan skor yang cukup meyakinkan, yakni 118-109 di Scotiabank Arena, Ontario, Kanada, Jumat (31/5/2019).

Namun, Warriors memberikan perlawanan 2 hari berselang dan merebut gim kedua dengan kemenangan 108-104 berkat sokongan Splash Brothers yang keseluruhan menyumbangkan 55 poin. 25 dari Klay Thompson dan 23 milik Stephen Curry. Raptors "gagal" menjaga kesucian kandang mereka.

Sayangnya, Thompson dipaksa absen oleh tim medis Warriors dalam gim ketiga karena masalah hamstring.

Akibatnya, Curry tampil menggila menguasai panggung yang biasanya ia bagi tiga orang dengan menorehkan rekor raupan 47 poin, terbanyak sepanjang kariernya tampil di laga final. Namun Curry seorang tak cukup menghindarkan Warriors dari kekalahan telak 109-123 di depan publik Oracle Arena, California, Amerika Serikat, pada Kamis (6/6/2019).

Sebuah perilaku bodoh dari pemilik saham minor Warriors, Mark Stevens, yang melakukan kontak fisik dan mendorong penggawa Raptors Kyle Lowry di pertengahan laga, kian membuat kekalahan gim ketiga terasa menyakitkan.

Thompson kembali melantai di gim keempat dan bersama Curry, keduanya mengemas 65 dari total 92 poin yang diperoleh Warriors sepanjang laga, sedangkan Warriors total memperoleh 105 poin untuk memetik kemenangan ketiga mereka dalam rangkaian final.

"Kegagalan" Raptors menjaga kesucian kandang sendiri dibayar lunas dengan cara paling keji, memorak-porandakan kandang Warriors dan mencoreng muka lawannya di hadapan publik mereka sendiri.

Dua laga final di Oracle Arena sejauh ini hanya menjadi sorak sorai riuh suporter tuan rumah yang berbalas kekalahan.

Raptors unggul 3-1 atau dalam kata lain Warriors tertinggal 1-3. Kedudukan itu mau tak mau membawa Curry dkk kepada skenario mirip dalam dua fase beruntun 3 tahun lalu.

Warriors sempat tertinggal 1-3 dari Oklahoma City Thunder, yang kala itu masih diperkuat Kevin Durant, di final Barat kala itu, namun mereka kemudian bangkit merenggut tiga kemenangan beruntun untuk berbalik 4-3 dan melangkah ke final.

Di final NBA, Warriors justru berada dalam posisi terbalik, unggul 3-1 atas Cleveland Cavaliers hanya demi menderita tiga kekalahan beruntun. Warriors jadi tumbal berakhirnya paceklik gelar juara olahraga bergengsi perdana kota Cleveland.

Kini, Warriors kembali berada di posisi sebagai yang tertinggal. Kebangkitan sudah tentu jadi ambisi yang dituju dan harapan itu punya sedikit pemantik bernama Kevin Durant.

Durant dan harapan adalah dua kata yang akan menciptakan rima. Saat ini, keduanya dibutuhkan oleh Warriors untuk menjaga ambisi mereka meraih gelar juara ketiga kali beruntun.

Sejak 8 April lalu, Durant terlihat kesakitan meninggalkan lapangan di tengah pertandingan. Ketika kuarter ketiga gim kelima semifinal Barat melawan Houston Rockets hampir selesai, penampilan Durant lebih dulu dipaksa usai.

Selepas pertandingan, Steve Kerr memberikan kabar baik yang cukup menjanjikan. Setidaknya menghapus kekhawatiran bahwa cedera Durant berkaitan dengan achilles, kata Kerr cuma ketegangan otot.

Akan tetapi walau terbubuh terma "cuma", Durant nyatanya tak kunjung melantai setelah lewat sebulan.

Absennya Durant, memberikan kembali panggung utama Warriors kepada Splash Brothers. Rockets dilewati dengan skor 4-2, demikian juga Portland Trail Blazers yang dibuat tak berkutik di final Barat empat gim langsung.

Sayangnya, ketiadaan Durant baru terasa benar di final. Raptors punya pekerjaan yang sedikit lebih ringan ketika menggalang pertahanan. Tutup rapat ruang tembak perimeter sembari mengetatkan paint area yang boleh dibilang tak begitu mendapat tekanan berarti.

Empat gim pertama final berlalu dan Raptors berada di ambang gelar juara, sementara Warriors terancam mengubur ambisi juara tri-runtun rapat-rapat.

Kabar baik itu datang, 2 hari jelang gim kelima final digelar di markas Raptors. Kerr menegaskan Durant sudah bisa kembali ikut latihan, setelah sebelumnya ia bilang bahwa sang bintang cuma memerlukan satu sesi latihan untuk bisa mengembalikan kebugarannya dan masuk ke mode siap melantai.

"Dia akan berlatih dengan kami hari ini," kata Kerr dalam jumpa pers di Toronto, Kanada, Senin sehari menjelang gim kelima.

"Ia juga akan menjalani menu tambahan bersama pemain-pemain yang lebih muda," ujarnya menambahkan.

Jika Durant kembali dalam kondisi prima, Warriors akan mendapatkan pemain yang punya rataan 34,2 poin dan akurasi tembakan terbuka 51,3 persen di fase playoff musim ini sebelum ia dipaksa menepi.

Durant akan menjadi beban tambahan bagi lini pertahanan tuan rumah dan pastinya bukan pekerjaan mudah. Sekali lagi, dengan catatan ia sudah betul-betul kembali ke kondisi prima.

Durant bukan tak mungkin jadi faktor kebangkitan Warriors dari ketertinggalan 1-3.

Warriors pernah tertinggal 1-3 dan menang. Warriors pernah unggul 3-1 dan kalah. Durant pernah unggul 3-1 dan kalah.

Dari tiga skenario yang sudah dilewati, dua di antaranya berakhir dengan kekalahan namun ketika unggul 3-1 tiga tahun lalu Warriors belum punya Durant, demikian juga sebaliknya.

Warriors dan Durant—jika benar dimainkan—sebaiknya tidak terpaku pada angka satu dan tiga dalam kedudukan sementara rangkaian final. Satu-satunya jalan bagi mereka agar tetap menyambung napas adalah memenangi setiap laga tersisa.

Langkah pertama memastikan mereka bisa menang di Scotiabank Arena pada Selasa (11/6/2019) WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
basket nba

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top