Basket NBA: Untuk Menang, Toronto Raptors Perlu Dicambuk Dulu

Pelatih kepala Toronto Raptors Nick Nurse mengakui timnya harus dicambuk lebih dulu sebelum memenangi pertandingan dan ini berlaku juga pada laga Final NBA melawan Golden State Warriors.
Basket NBA: Untuk Menang, Toronto Raptors Perlu Dicambuk Dulu Newswire | 28 Mei 2019 16:47 WIB
Basket NBA: Untuk Menang, Toronto Raptors Perlu Dicambuk Dulu
Pelatih kepala Toronto Raptors Nick Nurse - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pelatih kepala Toronto Raptors Nick Nurse mengakui timnya harus dicambuk lebih dulu sebelum memenangi pertandingan dan ini berlaku juga pada laga Final NBA melawan Golden State Warriors.

Nurse menunjuk pengalaman timnya saat menyingkirkan Orlando Magic pada putaran pertama playoff setelah terlecut akibat takluk pada gim pertama dengan 101-104 sebelum akhirnya berbalik menghempaskan Magic 4-1.

Raptors kemudian dipaksa bermain tujuh gim oleh Philadelphia 76ers pada babak berikutnya. Dan terakhir berbalik menang setelah tertinggal 0-2 melawan Milwaukee Bucks yang mereka kalahkan 4-2 untuk mencapai Final NBA pertama mereka.

"Kami bermain jauh lebih sulit," kata Nurse dalam laman talkbasket.net, seraya menyatakan timnya mungkin harus dipukul lebih dulu seperti melawan Orlando Magic.

"Kami sudah belajar dan juga kian berkembang. Komunikasi, skema, perpindahan, serangan udara, rotasi kami, adu lemparan, semuanya sudah berkembang sejak awal playoff," sambung Nurse.

Toronto memang sudah berkembang jauh. Beberapa tahun lalu mereka harus kecewa karena disingkirkan LeBron James dan Cleveland Cavaliers, tapi kini Toronto akhirnya menjadi raja Wilayah Timur.

Kini mereka tinggal menghadapi juara bertahan NBA, Golden State Warriors, yang lima kali berturut-turut masuk final dan sedang membangun dinastinya sendiri.

"Mereka adalah salah satu tim terhebat dalam sejarah," kata Nurse. "Ini Final kelima kali berturut-turut bagi mereka, tak banyak tim yang melakukan hal seperti ini.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
basket nba

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top