Raih Medali Emas di Olimpiade 2020? Bonusnya 6 Kali Lipat Asian Games!

Pemerintah siap mengguyur peraih emas Olimpiade 2020 Tokyo dengan bonus Rp7,5 miliar sebagai bentuk apresiasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  21:24 WIB
Raih Medali Emas di Olimpiade 2020? Bonusnya 6 Kali Lipat Asian Games!
Lalu Mohammad Zohri atlet andalan Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo dari cabang atletik. - Bisnis/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, SAMARINDA – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan pemerintah siap mengguyur peraih emas Olimpiade 2020 Tokyo dengan bonus Rp7,5 miliar sebagai bentuk apresiasi dan memberi motivasi kepada atlet nasional untuk terus berjuang mengharumkan nama bangsa dan negara.

"Kalau di Asian Games 2018 bonus medali di kisaran Rp1 miliar, untuk Olimpiade kita akan berikan enam kali lipatnya, bonus untuk Olimpiade mencapai Rp7,5 milliar," kata Imam saat meninjau Sekolah Khusus Olaharga Internasional (SKOI) Kalimantan Timur di Komplek Stadion Palaran Samarinda pada Selasa (21/5/2019).

Pada kesempatan itu, Menpora berpesan kepada atlet SKOI Kaltim untuk giat berlatih, sehingga ke depan bisa menjadi duta bangsa Indoenesia di kancah Internasional.

Dia mengatakan bahwa atlet mempunyai posisi yang agung dan mulia ketika bisa berprestasi di tingkat internasional.

"Ada dua profesi yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih di negara lain, yang pertama adalah ketika Presiden ketika datang sebagai tamu kenegaraan maka secara otomatis bendera Merah Putih berkibar, dan yang kedua ketika atlet meraih juara di tingkat internasional, saat itu Merah Putih juga berkibar," ujarnya.

Imam mengingatkan bahwa sejumlah atlet nasional juga terlahir melalui binaan sekolah olahraga seperti halnya Lalu Mohammad Zohri yang merupakan alumni Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Nusa Tenggara Barat.

"Sebelumnya siapa yang tahu Zohri, namanya melambung ketika dia berhasil menjadi juara dunia lari 100 meter untuk kategori junior, semoga dari SKOI Kaltim ini juga bisa mengikuti jejak Zohri," tegas Menpora.

Sementara itu Plt. Kepala SKOI Kaltim Tugiman mengaku bangga dengan kunjungan Menpora itu. Dia berharap kunjungan tersebut bisa memberikan manfaat bagi kelangsungan SKOI Kaltim, yang tengah mengalami penyesuaian setelah transisi pengelolaan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim kepada Dinas Pendidikan Kaltim.

"Kesulitan kami saat ini tentunya terkait berkurangnya anggaran, saat ini kami mengurangi tryout atau latihan uji coba karena memang belum adanya anggaran," ungkap Tugiman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asian games 2018, Olimpiade 2020

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top