Witold Banka Bersiap Pimpin Badan Anti-Doping Dunia

Witold Banka, Menteri Olahraga dan Pariwisata Polandia, siap jadi Presiden Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang baru.
Newswire | 15 Mei 2019 23:17 WIB
Kantor pusat Lembaga Anti-Doping Dunia (WADA) di Montreal, Kanada. - Reuters/Christinne Muschi

Bisnis.com, JAKARTA – Witold Banka, Menteri Olahraga dan Pariwisata Polandia, siap jadi Presiden Badan Anti-Doping Dunia (WADA) yang baru setelah proses pemilihan yang berlangsung pada Rabu (15/5/2019) WIB menjadi satu-satunya calon yang tersisa.

Banka, mantan atlet atletik yang ikut membawa Polandia meraih perunggu nomor 4 x 400 m estafet di Kejuaraan Dunia 2007, mengalahkan Wakil Menteri Olahraga dan Pariwisata Republik Dominika Marcos Diaz dalam pemilihan untuk menggantikan Craig Reedie.

Banka segera mengambil alih badan anti-doping yang berada dalam kondisi kacau akibat skandal doping di Rusia.

"Ini adalah momen penting bagi Polandia. Terpilih adalah sebuah kehormatan besar, tapi juga tanggung jawab besar," kata Banka seperti dikutip stasiun televisi TVP Info.

Pemilihan dilakukan oleh 21 perwakilan pemerintah yang duduk dalam Komite Eksekutif WADA dan dewan Yayasan di Montreal, Kanada.

Tokoh berusia 34 tahun ini akan dinyatakan secara resmi sebagai presiden keempat WADA pada saat Konferensi Dunia tentang Doping dalam Olahraga di Katowice, Polandia pada 5-7 November 2019 mendatang.

Jika ada pihak lain yang ingin menantang Banka, maka mereka harus mendapatkan dukungan setidaknya satu anggota Dewan Yayasan dan menyampaikan proposal kepada WADA sebelum tenggat 31 Mei 2019.

Linda Helleland, wakil presiden WADA yang selama ini dikenal kritis, berpeluang menjadi pesaing kuat sebagai presiden WADA berikutnya, tapi perwakilan dari Eropa lebih memilih Banka.

Helleland, mantan menteri asal Norwegia yang dikenal kritis terhadap keputusan Komite Eksekutif September 2018 lalu yang mengukuhkan kembali keanggota Badan Anti-Doping Rusia (Rusada), tidak memperlihatkan tanda-tanda akan menantang Banka untuk kedua kalinya.

Pengukuhan kembali keanggotaan Rusada tahun lalu itu membuat marah banyak federasi olahraga dan atlet di seluruh dunia.

Mengembalikan kepercayaan terhadap WADA akan menjadi tantangan yang harus dihadapi Banka di awal kepemimpinannya.

Travis Tygart, Ketua Badan Andi-Doping AS (USADA) yang juga kritis terhadap cara Reedie menangani skandal doping Rusia, menyampaikan selamat atas terpilihnya Banka sebagai pemimpin yang baru WADA.

"Kami sangat gembira dan siap bekerja sama dengan dia berkomitmen untuk melindungi olahraga yang bersih serta mencapai tujuan yang sama untuk memulihkan kepercayaan publilk. Yang paling penting, memberikan peluang kepada atlet untuk menyuarakan perlawanan terhadap doping," kata Tygart.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
atletik, doping

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup