Mo Farah Menolak Lari Maraton di Kejuaraan Dunia

Pemegang rekor maraton Eropa Mohamed Farah menolak kesempatan berlomba pada nomor maraton dalam Kejuaraan Dunia Atletik di Doha, Qatar,
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  15:11 WIB
Mo Farah Menolak Lari Maraton di Kejuaraan Dunia
Mohamed Farah - Reuters/Arnd Wiegmann

Bisnis.com, JAKARTA – Pemegang rekor maraton Eropa Mohamed Farah menolak kesempatan berlomba pada nomor maraton dalam Kejuaraan Dunia Atletik di Doha, Qatar, sehingga memperkuat kemungkinan dia kembali menekuni nomor lintasan atau track atletik.

Mo Farah, juara Olimpiade empat kali dalam nomor 5.000 meter dan 10.000 meter, pensiun dari atletik untuk fokus ke maraton pada 2017.

Sejak itu pelari berusia 36 tahun itu memecahkan rekor Eropa ketika menjuarai Chicago Marathon Oktober tahun lalu, tetapi cuma bisa finis urutan kelima pada London Marathon akhir pekan lalu atau sekitar 3 menit di belakang sang juara dari Kenya, Eliud Kipchoge.

Organisasi atletik Inggris atau British Athletics mengumumkan pada Kamis (2/5/2019) WIB bahwa atlet maraton Inggris dalam Kejuaraan Dunia pada September tidak termasuk Farah.

Namun, belum lama tahun ini Farah, yang juara dunia tiga kali nomor 10.000 meter, mengaku merindukan lintasan atletik setelah menyaksikan pelari Inggris Laura Muir mencatat sukses ganda pada lari 1.500 meter dan 3.000 meter Indoor Eropa.

"Setelah menyaksikan rekan-rekan sesama atlet yang menjadi lawan saya pada masa lalu, dan menyaksikan European Indoor Championships di TV, saya sempat berpikir 'Duh, saya ingin kembali ke sana',” ujarnya pada Maret lalu.

"Jika segala sesuatunya berjalan baik, dan saya punya kesempatan untuk mendapat medali, maka saya akan senang bisa kembali dan berlari untuk mewakili negara saya."

"Sebagian dari diri saya ketika menyaksikan lomba atletik seolah berkata 'masih bisakah saya melakukan hal itu? Saya ingin melakukannya'. Saya kangen sekali lintasan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
atletik

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top