32 Pesilat Indonesia Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Internasional di Belgia

Indonesia mengirimkan 32 pesilat untuk ikut serta dalam Kejuaraan Pencak Silat Internasional di Belgia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 April 2019  |  07:54 WIB
32 Pesilat Indonesia Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Internasional di Belgia
Pasangan pesilat Indonesia Ayu Sidan Wilantari (kanan) dan Ni Made Dwiyanti tampil dalam babak final ganda putri pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (29/8/2018). - ANTARA/Melvinas Priananda

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebanyak 32 pesilat Indonesia ikut serta dalam Kejuaraan Pencak Silat Internasional Belgia di Schoten, Belgia pada 26-28 April 2019.

Dilansir dari Antara, Minggu (28/4/2019), 32 pesilat itu terdiri atas 23 pesilat pria dan 9 pesilat perempuan, yang didampingi 15 ofisial, dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM) DKI Jakarta. Dalam kejuaraan internasional ke-24 ini, pesilat Indonesia bakal bersaing dengan 124 pesilat internasional dari 11 negara, seperti Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, AS, Inggris, Belanda, Belgia, Jerman, Austria, dan Prancis.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa Yuri O. Thamrin mendapat kehormatan untuk membuka secara resmi turnamen tahunan tersebut. Dia mengapresiasi para pesilat dan ofisial dalam kejuaraan ini.

Yuri juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar Pieters dan Perguruan Pencak Silat Harimau Belgia sebagai inisiator kejuaraan tersebut, serta kontribusinya dalam mempromosikan olahraga asal Asia Tenggara tersebut di Eropa sejak 1982.

Dia menerangkan pencak silat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan persahabatan serta saling pengertian antara Asia Tenggara dan Eropa. KBRI Brussels pun berkomitmen untuk terus mendukung dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan olahraga ini di Benua Biru.

Yuri turut menyampaikan optimismenya bahwa pencak silat bisa menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Saat ini, salah satu jenis beladiri itu sudah mendapat dukungan dari 49 negara dari total 70-75 dukungan yang diperlukan untuk dapat dibawa ke Olimpiade.

Turut hadir dalam acara tersebut Presiden Federasi Pencak Silat Eropa, Presiden Federasi Pencak Silat Asia, dan Wali Kota Schoten.

Kejuaraan internasional ini menjadi semacam training ground bagi para pesilat Eropa dan Asia sebelum memasuki kompetisi yang lebih besar. Untuk tim Indonesia khususnya, ajang ini digunakan untuk mempersiapkan diri menghadapi SEA Games di Filipina pada 30 November-11 Desember 2019.

Pada ajang yang sama tahun lalu, kontingen Indonesia sukses meraih 6 medali emas, 2 perak, dan perunggu. Salah satu pesilat nasional, Sarah Tria Monita, juga diganjar penghargaan sebagai Atlet Pencak Silat Wanita Terbaik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pencak Silat

Sumber : Antara

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top