Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ALL ENGLAND 2019, Ahsan/Hendra Juara, Buktikan Lampaui Batas

Keterbatasan itu justru membuat The Daddies bersinar terang di Birmingham.
Chrisna Chaniscara
Chrisna Chaniscara - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  01:07 WIB
Ganda putra, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan - Badminton Indonesia
Ganda putra, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan - Badminton Indonesia

Bisnis.com, BIRMINGHAM—Old but gold. Istilah ini layak diberikan pada Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jika menyimak sepak terjang mereka di All England 2019.

Selalu menjadi bayang-bayang Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di sejumlah turnamen besar, Ahsan/Hendra membuktikan bahwa mereka layak diandalkan seusai menjuarai All England dengan menaklukkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), 11-21, 21-14, 21-12, di Birmingham, Minggu (10/3) malam WIB.

Usia kepala tiga, bukan unggulan lima besar dan mengalami cedera jelang partai penentuan adalah embel-embel yang harus disandang The Daddies, julukan Ahsan (31)/Hendra (34), saat melangkah ke babak final All England.

Kaki kanan Hendra bahkan masih dibebat pelindung menyusul cedera betis saat mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) di babak semifinal. Namun keterbatasan itu justru membuat The Daddies bersinar terang di Birmingham.

“Saya tidak memikirkan cedera, saya hanya fokus pada pertandingan,” ujar Hendra seperti dilansir Antara, Minggu (10/3/2019).

The Daddies sukses mengulang kenangan manis mereka pada 2014 saat menjuarai turnamen dengan mengalahkan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang). Lebih cemerlang lagi, kemenangan tahun ini mereka raih dengan hanya kehilangan satu game yakni saat kalah di game pertama melawan Aaron/Soh.

Kemenangan Ahsan/Hendra meneruskan tradisi gelar juara tak terputus Indonesia di All England sejak 2016. Ini juga menjadi gelar ketiga beruntun Merah Putih di ganda putra All England. Dalam tujuh penyelenggaraan All England terakhir, Indonesia sukses merebut empat gelar ganda putra di antaranya.

Pujian dan apresiasi pun meluncur dari kolega sesama pebulu tangkis hingga warganet menyikapi kemenangan The Daddies. Hashtag TerimaKasihHendraAhsan pun viral di media sosial.

Mereka memuji spirit Ahsan/Hendra yang mampu bermain maksimal di usia yang tak lagi muda. Sikap respek dan rendah hati mereka pun banyak menuai respons positif. Meski berhasil menjuarai ajang prestisius seperti All England, The Daddies tak berselebrasi berlebihan. Mereka langsung menyalami pasangan Malaysia ketimbang bereuforia bersama pelatih, Herry Iman Pierngadi.

“Legenda lahir karena mereka selalu melakukan sesuatu yang terpuji. Saya salut dengan semangat mereka,” cuit pemain ganda putra Tiongkok, Han Chengkai.

Selain mengantongi hadiah sekitar Rp1 miliar, trofi di Birmingham bakal membawa The Daddies nangkring di peringkat empat besar ganda putra pekan ini. Adapun kekalahan Aaron/Soh memperpanjang puasa gelar Malaysia di sektor ganda putra All England sejak Koo Kien Keat/Tan Boon Heong menjadi kampiun pada 2007.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis

Sumber : JIBI/Solopos & Antara

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top