Hadapi Olimpiade 2020, Indonesia Siapkan 10 Atlet Panjat Tebing

Indonesia menyiapkan 10 atlet panjat tebing yang terdiri dari lima atlet putra dan lima atlet putri untuk lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 pada kejuaraan di Jepang dan Prancis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  19:32 WIB
Hadapi Olimpiade 2020, Indonesia Siapkan 10 Atlet Panjat Tebing
Atlet panjat tebing Aspar Jaelolo ketika meraih medali emas Asian Games 2018. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia menyiapkan 10 atlet panjat tebing yang terdiri dari lima atlet putra dan lima atlet putri untuk lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 pada kejuaraan di Jepang dan Prancis.

 "Kami akan melakukan seleksi masing-masing tiga atlet putra dan tiga atlet putri dari total 10 atlet putra dan putri. Seleksi itu dilakukan karena ada pembatasan keikutsertaan dalam kejuaraan-kejuaraan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, yaitu tiga putra dan tiga putri," kata Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia Sapto Hardiono di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Kelima atlet putra tersebut adalah Temi Teli Lasa dari Bali, Aspar Jaelolo dari DKI Jakarta, Fathur Roji dari Jawa Timur, Alfian M. Fajri dari Jawa Tengah, dan Rivaldi Ode Wijaya dari Bali.

Kemudian, lima atlet putri yaitu Nurul Iqamah dari Nusa Tenggra Barat, Aries Susanti Rahayu dari Jawa Tengah, Agustina Sari dari Jawa Tengah, Salsabillah dari Jawa Barat, dan Chairul Ummi dari Jawa Timur.

Sapto menjelaskan pelatnas FPTI untuk kualifikasi Olimpiade telah berlangsung sejak Oktober 2018 di Yogyakarta.

"Atlet-atlet kami telah meraih dua medali emas pada Piala Dunia di Wujiang, China pada Oktober 2018. Lalu, meraih dua emas dan tiga perak pada Kejuaraan China Terbuka pada November 2018," katanya.

Pada 2019, FPTI menyiapkan atlet-atlet mereka untuk mengikuti seri kejuaraan panjat tebing di Swiss, Rusia, China dan Jerman agar mendapatkan poin dalam kejuaraan kualifikasi Olimpiade di Hachioji Jepang pada Agustus serta di Toulouse Prancis pada 28 November - 1 Desember 2019.

"Kami telah mengajukan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk pelatnas kualifikasi Olimpiade bagi 10 atlet itu. Panjat tebing tidak dipertandingkan dalam SEA Games 2019 sehingga kami dapat lebih fokus ke kualifikasi Olimpiade," kata Sapto.

Meskipun pelatnas panjat tebing berlokasi di Yogyakarta, Sapto berharap pelatnas akan bisa berlokasi di Jakarta menyusul pembangunan tembok panjat tebing di lapangan Banteng, Jakarta Pusat pada November 2019.

"Pembangunan tembok panjat tebing itu memang sebagai persiapan untuk menggelar Kejuaraan Asia pada November mendatang. Tapi, kami berharap pelatnas dapat bergeser ke Jakarta setelah penyelenggaraan kejuaraan itu karena akomodasi dan koordinasi pelatnas lebih mudah," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
panjat tebing, Olimpiade 2020

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top