Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Osaka, Jadi Petenis Nomor Satu Dunia Tak Boleh Pemalu

Juara Wimbledon dua kali Petra Kvitova mengatakan bahwa sifat pemalu merupakan masalah bagi Naomi Osaka karena ia bisa kesulitan dalam mengatasi pusat perhatian sukses meraih dua gelar turnamen Grand Slam.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  21:31 WIB
Naomi Osaka (kiri) saat juara Australia Terbuka bulan lalu, bersama runner up Petra Kvitova. - Reuters/Kim Kyung-hoon
Naomi Osaka (kiri) saat juara Australia Terbuka bulan lalu, bersama runner up Petra Kvitova. - Reuters/Kim Kyung-hoon

Bisnis.com, JAKARTA – Juara Wimbledon dua kali Petra Kvitova mengatakan bahwa sifat pemalu merupakan masalah bagi Naomi Osaka karena ia bisa kesulitan dalam mengatasi pusat perhatian sukses meraih dua gelar turnamen Grand Slam yang melambungkan dirinya menjadi petenis nomor satu dunia.

Osaka dengan berurai air mata mengakui bahwa ia mengalami kesulitan saat menjadi pusat perhatian sebagai petenis top dunia menyusul kekalahan mengejutkan dari petenis Perancis Kristina Mladenovic di Turnamen Tenis Dubai Duty Free pada awal pekan ini.

Itulah kekalahan pertama petenis Jepang berusia 21 tahun itu sejak tampil sebagai juara di Australia Terbuka pada Januari lalu, yaitu gelar kedua turnamen Grand Slam dalam kariernya. Menurut Kvitova, Osaka harus membiasakan diri dengan sorotan terhadap dirinya.

"Dia petenis nomor satu, juara Grand Slam dan semua ingin mengalahkannya. Itu yang ada dalam pikiran para petenis," kata Kvitova yang dikalahkan Osaka di final Autralia Terbuka 2019.

"Saya ingin ketika masih muda, saya mempunyai pengalaman yang sama. Memang begitulah... itu soal pengalaman dan Anda memasuki lapangan sebagai unggulan di setiap pertandingan. Setiap pemain yang dihadapi ingin mengalahkan Anda," kata Kvitova.

Kvitova yang saat ini peringkat empat dunia meraih gelar Wimbledon pertama kali pada 2011, tapi kesulitan untuk menjaga konsistensi.

"Saya memerlukan waktu untuk beberapa saat... 3 tahun untuk meraih gelar juara Grand Slam berikutnya. Saya masih di peringkat 10 besar. Saya masih bisa bertarung, tapi sulit untuk meraih kemenangan besar," kata Kvitova yang kariernya sempat terganggu setelah insiden penusukan oleh seseorang yang memasuki rumahnya pada 2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenis

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top