Bertemu Marc Marquez, Ridwan Kamil Ngebet Bangun Sirkuit MotoGP

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan pembalap dunia MotoGP dari Repsol Honda Team Marc Marquez di Gedung Sate Bandung pada Sabtu (09/02/2019).
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 10 Februari 2019  |  02:21 WIB
Bertemu Marc Marquez, Ridwan Kamil Ngebet Bangun Sirkuit MotoGP
Pembalap MotoGP Marc Marquez (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil. - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas

Bisnis.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerima kunjungan pembalap dunia MotoGP dari Repsol Honda Team Marc Marquez di Gedung Sate Bandung pada Sabtu (09/02/2019).

Mengenakan iket khas Sunda, pembalap asal Spanyol yang telah mengemas gelar juara dunia tujuh itu datang dalam rangka menghadiri gelaran Honda Sport Motoshow di Trans Studio Bandung.

Sebelumnya, Marquez berkeliling terlebih dahulu mengitari ruas jalan di Kota Bandung untuk menyapa warga.

“Marc Marquez merasa sangat senang datang kesini, diajak naik Bandros dengan komunitas motor,” kata Emil, sapaan Gubernur.

Usai menjamu makan siang dan menemani berkeliling di Gedung Sate, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama Pemprov Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dengan PT Daya Adicipta Motor mengenai komitmen pemesanan souvenir Honda kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta badan usaha milik desa (Bumdes) binaan Pemprov Jawa Barat.

Penandatanganan dilakukan oleh Plt. kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Taufik Budi Santosa dan Presiden Direktur PT Daya Adicipta Motora Krisgianto Lilikwargawidjaja, disaksikan oleh Marc Marquez.

Emil mengatakan kerja sama tersebut merupakan implementasi dari program One Village One Company di mana nantinya desa-desa di Jabar menerima pesanan merchandise dari Honda.

“Inilah contoh saya sebagai pemimpin mencari perusahaan. Jangan hanya sibuk dengan industrinya, tapi menolong warga-warga di desa miskin melalui program. Jadi nanti merchandisenya yang dibuat oleh desa-desa itu dibeli oleh Honda dan dijadikan merchandise,” jelasnya.

Emil berharap kerja sama ini memicu para pengusaha lainnya untuk bekerja sama dengan Pemprov Jabar di bidang lainnya. Beberapa program unggulan yang terbuka untuk dikerjasamakan dengan pengusaha atau swasta, diantaranya One Village One Company, One Pesantren One Product dan kerja sama penyusunan kurikulum SMK berbasis industri.

“Ini langkah awal dan implementasi kami meningkatkan peran pengusaha dalam skema pentahelix untuk membangun Jawa Barat juara lahir batin.” ujarnya.

Selain itu, Emil memandang urusan Motor GP bukan hanya masalah olahraga, tetapi juga menyangkut bidang pariwisata.

Diamengaku, sudah dua kali kedatangan investor yang menyatakan minat untuk membuat sirkuit Moto GP. Terkait dengan hal itu, Emil menyatakan rencananya sirkuit bertaraf internasional dibangun di sekitar Bandara Kertajati di Majalengka.

“Moto GP ini harus berada dalam radius perhotelan sehingga pariwisata Jawa Barat bisa maju dengan jenis-jenis pariwisata alam dan event. Rencanaya (sirkuit) di sekitar kawasan dekat dengan Bandara Kertajati supaya semua orang seluruh dunia tidak terlalu jauh dari Bandara dan memang lahannya mau dikembangkan menjadi kota baru yang disebut segitiga emas,” ucap Emil.

Lahan yang rencananya akan dijadikan sirkuit Moto GP tersebut sudah ada 200 hektar. Rencananya dibangun tahun depan dengan menggandeng sejumlah investor.

“Progresnya tahun ini didahulukan MoU dulu dengan investor, rencana realisasinya tahun depan. Sekitar 200 hektare lahan yang akan dijadikan sirkuit motor GP,” ujarnya.

Usai pertemuan, Gubernur Ridwan Kamil menghadiahkan Marc Marquez berupa alat seni bela diri tradisional Jawa Barat Kujang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
MotoGP

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top