Final Ideal Djokovic vs Nadal di Tenis Australia Terbuka

Novak Djokovic menggasak lawannya dari Prancis, Lucas Pouille, tiga set langsung untuk melaju ke laga final nomor single putra Australia Terbuka.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  18:23 WIB
Final Ideal Djokovic vs Nadal di Tenis Australia Terbuka
Petenis Serbia Novak Djokovic - Reuters/Aly Song

Bisnis.com, JAKARTA – Novak Djokovic menggasak lawannya dari Prancis, Lucas Pouille, tiga set langsung untuk melaju ke laga final nomor single putra Australia Terbuka di Rod Laver Arena di Melbourne Park, Melbourne, Australia.

Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung pada Jumat (25/1/219), Djokovic, unggulan pertama dan berkebangsaan Serbia, sama sekali tidak memberi kesempatan bagi Pouille, unggulan ke-28, untuk mengembangkan permainan.

Pada set pertama, Djokovic sama sekali tidak memberi satu set pun kepada Pouille, sehingga berakhir dengan angka telak 6-0.

Pouille mencoba bangkit dan memberi perlawanan pada set kedua dan ketiga, tetapi hasilnya sama saja, Djokovic memang terlalu perkasa sehingga pertandingan berakhir dengan 6-0 6-2 6-2.

Dengan kemenangan Djokovic ini, nomor single putra tenis Australia Terbuka akan menyajikan final ideal. Sebagai unggulan teratas, Djokovic akan meladeni unggulan kedua Rafael Nadal dari Spanyol dalam laga puncak yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (27/1/2019) mulai pk. 15.30 WIB.

Sehari sebelumnya, Nadal telah memenangi pertandingan semfinal melawan unggulan ke-14 dari Yunani, Stefanos Tsitsipas, dengan angka yang juga telak yakni 6-2 6-4 6-0.

Ini menjadi final ketujuh bagi Djokovic, di mana enam final sebelumnya selalu dimenanginya, sedangkan bagi Nadal, ini final ketiga dengan hanya menang sekali pada edisi 2009 atas Roger Federer (Swiss).

Final kali ini juga menjadi ulangan partai puncak edisi 2012, ketika itu Djkokovic menang dengan angka superketat yakni 5-7 6-4 6-2 6-7(5) 7-5.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenis, Australia Terbuka

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top