Pacquiao Tumbangkan Broner, Tanding Ulang Lawan Mayweather Bisa Terjadi?

Juara kelas welter WBA Manny Pacquiao tampil dominan untuk meraih kemenangan unanimous decision atas Adrien Broner di Las Vegas, AS, pada Minggu (20/1) siang WIB.
Newswire | 20 Januari 2019 15:16 WIB
Manny Pacquiao melepaskan pukulan ke kepala Adrien Broner dalam pertandingan kelas welter WBA di Las Vegas pada Sabtu (19/1 - 2019). (Reuters)

Bisnis.com, JAKARTA - Juara kelas welter WBA Manny Pacquiao tampil dominan untuk meraih kemenangan unanimous decision atas Adrien Broner di Las Vegas, AS, pada Minggu (20/1) siang WIB.

Juara dunia 40 tahun asal Filipina itu lebih cepat dan lebih akurat saat melepaskan pukulan ketika Pacquiao mengendalikan setiap ronde dan mengamankan kemenangan atas Broner (29), yang masih mampu berdiri meski menerima sejumlah kombinasi pukulan keras, demikian dikutip dari Reuters.

Petinju legendaris yang telah pensiun Floyd Mayweather menyaksikan pertandingan tersebut, memicu spekulasi mengenai kemungkinan pertandingan ulangan melawan Pacquiao. Mayweather mengalahkan Pacquiao pada 2015.

Sebelumnya, Manny Pacquiao mengatakan bahwa pembahasan tentang pertandingan ulang dengan Floyd Mayweather harus menunggu setelah pertarungan perebutan gelar juara kelas menengah WBA dengan Adrien Broner ini. "Floyd jika dia kembali dari pensiunnya, kita lihat setelah pertarungan ini," kata Pacquiao di New York, November tahun lalu. 

Beredar spekulasi tentang pertandingan ulang antara Pac-Man dengan Mayweather setelah petinju asal Filipina itu kalah di pertarungan yang banyak orang menyebutnya "pertarungan abad ini" pada 2015 lalu.

Mayweather (41), petinju asal Amerika Serikat itu pensiun pada 2017 dengan rekor 50-0. Pada September lalu, dia mengatakan di akun Instagramnya jika pertandingan ulang dari pertarungan tahun 2015 itu mungkin akan terjadi tahun ini.

Di dalam video yang dipostingnya tampak Mayweather dan Pacquiao berbincang di suatu festival musik di Tokyo. Pacquiao, yang genap berumur 40 tahun pada Desember tahun ini, memberi titik terang terhadap pertemuannya dengan Mayweather kala itu.

"Kami berbicaya, dan kalian tahu, dia mengatakan jika dia ingin kembali dari pensiun untuk melawan saya dan menantang saya tapi saya bilang ke dia: Saya yang punya sabuknya dan kamu harus menantang saya dan kembali dari pensiunmu," kata Pacquiao.

"Dan saya memutuskan untuk itu... Saya mengatakan itu, karena di situasi itu dia mencoba untuk menggertak saya atau apa pun itu," kata dia.

Pacquiao dengan hasil ini memiliki rekor 61 kali menang, 7 kali kalah dan 2 kali draw selama karir profesionalnya itu membuat kejutan di bulan Juli di Kuala Lumpur dengan meng-KO juara bertahan Lucas Matthysse di ronde tujuh dan merebut sabuk juara kelas menengah.

Sumber : Antara

Tag : tinju
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top