Herry IP Berharap Ganda Putra Indonesia Susul Prestasi Kevin/Marcus

Herry IP Berharap Ganda Putra Indonesia Susul Prestasi Kevin/Marcus
Newswire | 08 Januari 2019 21:58 WIB
Kevin Sanjaya-Marcus Fernaldi Gideon - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih bulu tangkis ganda putra Herry Iman Pierngadi berharap pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi atau yang akrab disebut Minions dikepung oleh pemain sesama Indonesia pada peringkat 10 besar dunia.

"Harus ada pasangan lain yang mendekat ke Kevin/Marcus dan tidak terlalu jauh peringkatnya. Sampai sekarang, pasangan yang punya peringkat paling dekat adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto," kata Herry ketika dijumpai dalam pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).

Herry mengatakan harapan pasangan ganda putra Indonesia lainnya bisa menempel Minions bukan tanpa alasan yaitu agar peluang Indonesia untuk mengirim atlet bulu tangkis ke Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang semakin besar.

"Saya harus menyusun program, mengirim pemain, dan menetapkan strategi permainan dengan tepat karena sektor ganda putra mendapatkan target untuk menempatkan dua wakil dalam Olimpiade Tokyo," katanya menambahkan.

Pemain ganda putra Indonesia setelah Fajar/Rian saat ini adalah ganda senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada peringkat sembilan dunia, Berry Angriawan/Hardianto peringkat 18 dunia, dan Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso yang berada peringkat 24 dunia.

Herry mempersilakan pasangan atlet putra Indonesia, baik yang berada di pelatnas ataupun pasangan pemain profesional seperti Hendra/Ahsan untuk saling berlomba lolos kualifikasi Olimpiade 2020.

"Penghitungan poin Olimpiade itu mulai April 2019 hingga April 2020. Saya berharap setidaknnya ada empat pasangan yang sama-sama berpeluang masuk Olimpiade dan bukan hanya dua pasangan," katanya.

Terkait posisi Hendra/Ahsan yang memilih jalur karir pemain profesional, Herry mengatakan rencana pasangan Juara Dunia 2013 dan 2015 sudah lama dibahas dan bukan hanya pada 2018.
Baca juga: Hendra/Ahsan targetkan 15 turnamen demi lolos Olimpiade

"Pengurus PBSI memutuskan atlet harus mundur dari pelatnas jika mereka memilih untuk menjadi atlet profesional. Saya menilai Hendra/Ahsan hanya statusnya saja yang profesional. Mereka masih berhak untuk berlatih di pelatnas PBSI dan kami membutuhkan mereka sebagai senior bagi atlet-atlet lain," kata Herry menerangkan.

Saat ini atlet ganda putra pelatnas PBSI tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen Malaysia Masters 2019 dan Indonesia Masters 2019 sebagai turnamen pembuka pada 2019. 

Sumber : Antara

Tag : bulutangkis
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top