Baru 23 Tahun, Perenang Juara Olimpiade Pilih Pensiun

Perenang AS Missy Franklin yang meraup empat medali emas pada usia 17 tahun dan menjadi bintang selama Olimpiade 2012 London secara resmi mengumumkan pensiun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Desember 2018  |  18:01 WIB
Baru 23 Tahun, Perenang Juara Olimpiade Pilih Pensiun
Missy Franklin - Reuters/Albert Gea

Bisnis.com, JAKARTA – Perenang AS Missy Franklin yang meraup empat medali emas pada usia 17 tahun dan menjadi bintang selama Olimpiade 2012 London secara resmi mengumumkan pensiun dari kompetisi renang akibat cedera.

Franklin sebelumnya sudah diprediksi mendominasi kolam renang sebagaimana yang dilakukan rekan senegaranya Michael Phelps saat tampil di Olimpiade 2012 London di mana ia menjadi wanita pertama AS yang mampu meraih empat emas di satu Olimpiade.

Prediksi tersebut ternyata menjadi nyata di Kejuaraan Dunia Renang 2013 ketika ia berhasil menambang enam medali emas. Namun, cedera menghentikannya untuk berkiprah lebih jauh dan kemudian ia hanya mampu meraih satu emas di Olimpiade Rio 2016 di nomor 4 x 200 meter gaya bebas estafet.

Franklin yang saat ini baru berusia 23 tahun menyatakan bahwa rangkaian cedera memaksanya mengundurkan dari.

"Sudah lama sebenarnya saya ingin menyampaikan pernyataan pengunduran ini. Sekarang saya siap, saya menyatakan mengundurkan diri," ungkapnya seperti ditulis ESPN.

"Sekarang saya siap untuk menjadi seorang istri, menjadi ibu. Saya siap untuk terus berkembang setiap hari dan menjadi contoh yang baik sebisa saya. Saya siap untuk istirahat sepanjang hidup saya," tuturnya.

Dalam suratnya, Franklin mengatakan bahwa bisa menjalani hari-hari berat selama 8 hari di Olimpiade 2016 Rio adalah pencapaian terbaik sepanjang kariernya, mengingat ketika itu harus menjalani latihan fisik dan tekanan mental yang sangat berat.

"Saya selalu terbuka tentang apa yang saya alami ketika bersiap menghadapi Olimpiade 2016, dan berbicara secara terbuka mengenai perjuangan yang harus hadapi, termasuk soal kesakitan karena cedera bahu setiap kali saya latihan atau bertanding, atau depresi, kecemasan dan insomina," tulis Franklin.

"Pada tahun itu pula saya mulai benar-benar menerima sepenuhnya kenyataan bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuh saya, sehingga saya tidak seharusnya memaksakan diri," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Olimpiade 2016, kolam renang

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top