Hasil Evaluasi Pelatih Soal Performa Kevin/Marcus di Dua Turnamen Eropa

Hasil Evaluasi Pelatih Soal Performa Kevin/Marcus di Dua Turnamen Eropa
Andhika Anggoro Wening | 30 Oktober 2018 14:46 WIB
Ekspresi pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, setelah berhasil mengembalikan shuttlecock ke pasangan Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, pada turnamen Blibli Indonesia Open 2018 di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Dua turnamen Eropa berakhir sudah, Indonesia meraih satu gelar di Denmark Open 2018 lewat pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Di French Open 2018, Kevin/Marcus menjadi runner up setelah di final dikalahkan Han Chengkai/Zhou Haodong dariChina dengan skor 21-23, 21-8, 17-21.

Kevin/Marcus memang berpeluang besar untuk memenangkan game pertama saat unggul pada kedudukan game point 20-18. Namun keduanya tak dapat memanfaatkan keunggulan dan tersusul oleh Han/Zhou.

"Pada game pertama, Kevin/Marcus bermain terlalu terburu buru, jadi mereka terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri, terutama di poin-poin akhir, sedangkan lawan sangat baik dalam pengembalian bola-bola datar (drive). Memang poin ini sangat disayangkan karena tidak bisa memanfaatkan dua kali kesempatan game point, karena lebih baik di game pertama menang dulu," ujar Aryono Miranat, pelatih ganda putra yang mendampingi Kevin/Marcus.

"Kevin/Marcus bermain dengan tempo lebih lambat di game kedua dan mereka bisa kontrol setiap pukulan. Tetapi di game ketiga, lawan kembali memaksa bermain cepat dengan bola-bola datar yang baik dan memaksa Kevin/Marcus pun selalu dalam posisi bertahan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menilai capaian di Denmark dan French Open 2018 sudah cukup baik.

"Secara keseluruhan hasil di dua kejuaraan di Eropa cukup baik, untuk Kevin/Marcus di final (French Open 2018) mungkin harus lebih tenang dan lebih fokus lagi, terutama dalam menghadapi pasangan Tiongkok ini yang di tiap pertemuannya selalu ramai," ujar Susy kepada Badmintonindonesia.org.

"Tetap kami harapkan semua atlet bisa terus bekerja keras lagi untuk meningkatkan prestasi dan performa mereka. Khususnya bagi sektor yang belum mampu memberikan prestasi tertinggi," tambahnya.

Para pebulutangkis utama hanya punya waktu satu minggu untuk mempersiapkan diri jelang turnamen selanjutnya di Fuzhou China Open 2018 dan Hong Kong Open 2018. 

Sumber : Badminton Indonesia

Tag : bulutangkis
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top