Asian Para Games 2018: Pelatih Korsel Puji Tim Goalball Indonesia

Pelatih tim goalball putra Korea Selatan Chu Soonyoung mengakui permainan dan kekompakan tim Indonesia.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 10 Oktober 2018 22:22 WIB
Tim goalball putra Korea Selatan memgalahkan Indonesia dengan skor 18-9 pada partai terakhir Pool A di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (10/10). - Dok. Inapgoc

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelatih tim goalball putra Korea Selatan Chu Soonyoung mengakui permainan dan kekompakan tim Indonesia.

Menurutnya, permainan tim Indonesia terus berkembang selama perhelatan Asian Para Games 2018 di Jakarta.

"Kami tadi agak terkejut dengan permainan Indonesia yang sangat baik sekali. Tim Indonesia kuat dan kemampuannya semakin berkembang," ujar Chu dalam keterangan resmi, Rabu (10/10/2018).

Pada laga terakhir penyisihan grup A, Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Selatan (Korsel) dengan skor 18-9.

Meski Indonesia belum meraih kemenangan dari dua laga sebelumnya, tapi Korsel tidak ingin terlena dan menganggap enteng lawan. Terbukti, pelatih tim asal Negeri Gingseng itu menginstruksikan pemainnya untuk tetap tampil impresif.

Di babak pertama, Korsel unggul cepat. Lemparan keras Kim Chul Hwan, Jong Intae dan Im Haksu dari berbagai arah gagal diantisipasi pemain Indonesia yang dimotori oleh Ferudin, Sapa'at Bahrul dan Setiawan Arif.

Indonesia pun tertinggal 9-3 di babak pertama.

Memasuki babak kedua, permainan dari kedua tim semakin berkembang dan menarik, ditambah dengan dukungan penonton yang memadati venue. Namun, tim Indonesia tetap harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 18-9.

"Kami menang pengalaman dari Indonesia. Tim Korea banyak bertanding di luar negeri dengan mengikuti berbagai kompetisi goalball dari berbagai negara. Ini yang menjadi salah satu faktor penting. Kami bisa menerapkan berbagai strategi untuk memenangkan laga ini," lanjut Chu.

Pelatih tim putra Indonesia Haris Nugroho juga mengakui bahwa pada laga terakhir, anak asuhnya bermain lepas dan mampu mengeluarkan seluruh kemampuannya.

"Tadi anak-anak bermain enjoy tanpa beban. Jadi keluar semua kemampuannya. Memang secara kelas permainan baik di grup maupun secara keseluruhan kami masih berada jauh dibanding dengan lawan-lawan. Target kami bisa mengimbangi mereka itu sudah sangat baik," paparnya.

Haris menuturkan kurangnya kompetisi adalah salah satu penyebab timnya kurang berkembang dalam bermain. Selain itu, belum ada tempat latihan yang representatif dan terpisah dari cabang olahraga lainnya.

Tag : Asian Para Games
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top